Sukses di 2018, Jababeka Residence Optimis Sambut Tahun 2019

Property-In.co, Jakarta- Tahun 2019 disikapi sejumlah pengembang dengan optimis. Pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya keyakinan daya beli masyarakat yang disertai masifnya pengembangan infrastruktur dan kebijakan-kebijakan pemerintah untuk mendukung investasi dalam negeri, menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri properti di tanah air untuk terus ekspansif.

PT Grahabuana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk., yang memfokuskan diri pada pengembangan kota Jababeka seluas 5600 hektar optimis menyambut tahun 2019 dan menyiapkan berbagai proyek properti baru. Tampak dalam gambar, Presiden Direktur Jababeka Residence, Sutedja S. Darmono (Ketiga Kiri), GM Corporate Marketing Jababeka Residence, Handoyo Lim (Kedua Kanan) bersama jajaran manajemen Jababeka Residence berpose bersama setelah melakukan Press Conference

Salah satu pengembang yang cukup optimis tersebut adalah PT Grahabuana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk., yang memfokuskan diri pada pengembangan kota Jababeka seluas 5600 hektar. Sepanjang tahun 2018 lalu, Jababeka Residence berhasil membukukan marketing sales sebesar Rp550 Milyar untuk penjualan residensial dan Rp310 Milyar untuk penjualan Komersial. Pencapaian ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp712 Milyar. Adapun kontribusi penjualan dan pendapatan tersebut ditopang dari beberapa proyek seperti Kawana Golf Residence, area komersial Cluster Ginza, dan Cluster Sport City serta beberapa proyek lainnya. “Meskipun pasar 2018 secara umum belum terlalu baik, namun, Jababeka Residence mampu mencatatkan penjualan yang signifikan,” ujar Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur Jababeka Residence.

Sutedja menuturkan, pencapaian positif tersebut tak terlepas dari berbagai stategi yang dilakukan Jababeka Residence, antara lain, proyek yang dikembangkan memiliki diferensiasi serta target market yang jelas. Untuk proyek Kawana Golf Residence, misalnya. Apartemen pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mempunyai akses langsung untuk bermain golf ini dikembangkan secara eksklusif dan menyasar penyewa kalangan ekspatriat dari Jepang di Timur Jakarta. Yang menarik, Kawana Golf Residence berhasil 100% sold out dan memecahkan rekor harga apartemen tertinggi di Timur Jakarta yaitu Rp33 juta per meter persegi. Kondisi ini pula yang akhirnya membuat Jababeka Residence kembali melanjutkan pengembangan tahap 2 melalui proyek Kawana 2 Concierge Golf Apartment.

“Keberhasilan Kawana Golf Residence mendorong kami untuk melanjutkan pengembangan residensial dan komersial kelas atas, agar kawasan Jababeka Residence semakin dilirik investor. Saat ini Jababeka Residence ditopang pertumbuhan fasilitas komersial yang sudah matang dan pembangunan infrastuktur yang masif dan terintegrasi di masa depan, sehingga menjadi one stop smart living di mana penghuni dapat bekerja, tinggal dan berbisnis di dalam satu kawasan,” jelas Sutedja.

2019 Tetap Ekpansif

Sementara itu, GM Corporate Marketing Jababeka Residence, Handoyo Lim menjelaskan, meski secara umum prospek properti dikawasan Cikarang di tahun 2019 akan lebih baik dari 2018, pihaknya mengaku optimis bisa mencatatkan kinerja penjualan yang positif. Optimisme itu diimplementasikan dengan meluncurkan sejumlah proyek baru di kawasan Jababeka Residence, antara lain, area komersial berkonsep arsitektur jepang bertajuk Asian Village di lahan seluas 7 hektar. Asian Village nantinya dirancang tak hanya sebagai lokasi kuliner semata, namun juga area multi fungsi yang memadukan kawasan wisata kuliner dan komersial dengan desain natural.

Pengembangan berikutnya adalah area komersial Sudirman Boulevard tahap 2, Paradiso Golf Villa kawasan residensial premium seluas 3 hektar yang berkolaborasi dengan perusahaan asal Jepang Keihan Real Estate Co Ltd dan Nice Corporation. Jababeka Residence sendiri telah melakukan penandatanganan kesepakatan joint venture untuk pengembangan lahan residensial yang digelar pada awal September 2018 lalu. Dalam kesepakatan tersebut, ketiga pihak sepakat untuk membentuk sebuah perusahaan patungan (joint venture) dan pengembangan residensial dengan konsep golf villa seluas 2,7 hektar yang akan menjadi salah satu proyek kelas atas di Jababeka Residence. Kerjasama dengan investor Jepang sebelumnya juga pernah dilakukan Jababeka Residence bersama Creed Group untuk mengembangkan service apartment dengan konsep desain Jepang modern bertajuk Kawana Golf Residence dan Kawana 2 Concierge Golf Apartment. Adapun, untuk tahun 2019 Jababeka Residence menargetkan pencapaian marketing sales sebesar Rp600 Milyar untuk penjualan residential dan Rp400 Milyar untuk komersial sebanding dengan target tahun sebelumnya.

“Saat ini adalah waktu yang tepat mengembangkan kawasan Jababeka Residence menjadi kawasan residensial kelas atas setelah sukses dengan proyek joint venture dengan Creed Group asal Jepang untuk membangun serviced apartment Kawana Golf Residence. Kami sangat bangga untuk sekali lagi berkesempatan bekerjasama dengan dua developer papan atas Jepang, yakni Keihan Real Estate dan Nice Corporation,” ujar Handoyo.

Selain pengembangan proyek baru, Jababeka Residence juga fokus pada pembangunan beberapa proyek eksisting yang telah habis terjual  pada tahun sebelumnya sebagai komitmen developer untuk serah terima tepat waktu, yaitu area komersial Ginza, Kawana Golf Residence, Cluster Candi, Cluster Cortes, Palm Town House, Ruko Hollywood Boulevard dan Ruko Sudirman Boulevard, Monroe Tower yang rencananya akan selesai pada akhir 2019 serta pembukaan pusat perbelanjaan Living Plaza Jababeka. “Melihat berbagai kelebihan yang dihadirkan, kami optimis, proyek-proyek baru yang diluncurkan tersebut akan mengulang kesuksesan seperti beberapa proyek sebelumnya,” tutur Handoyo.

Kemudahan akses dan ragam fasilitas

Kawasan Timur Jakarta saat ini memiliki prospek pengembangan properti yang sangat tinggi, seiring dengan pergeseran tren properti dari Barat ke Timur Jakarta. Pertumbuhan industri dan populasi yang terus meningkat mendorong pengembangan kawasan dengan konsep kota mandiri, yaitu kawasan yang dapat memenuhi segala kebutuhan penghuninya mulai dari kesempatan kerja, tempat tinggal, bisnis, pendidikan, kesehatan dan gaya hidup lainnya. Salah satunya Kota Jababeka di Cikarang, yang merupakan pionir kota mandiri di Timur Jakarta.

Dalam 30 tahun terakhir Kota Jababeka mengalami transformasi signifikan menuju kota mandiri berstandar internasional. Dengan adanya lebih dari 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara serta 2,5 juta pekerja dan 10.000 ekspatriat, pertumbuhan ekonomi Kota Jababeka merupakan nomor dua terbesar di wilayah Jabodebek setelah Jakarta. Saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Jababeka dan sekitarnya mencapai Rp150 triliun per tahun. Berbagai fasilitas di Kota Jababeka dikembangkan menyesuaikan dengan karakteristik penghuni kota mandiri, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar seperti, 3 shopping mall, 16 institusi pendidikan, 3 universitas  internasional,  3 rumah sakit bertaraf nasional, sarana olahraga, sarana transportasi, pusat kuliner dan retail, serta fasilitas bertaraf internasional lainnya.

Faktor lain yang akan mendukung perkembangan Kota Jababeka adalah konektivitas tinggi dengan kota-kota besar di Indonesia. Di samping memiliki 3 akses pintu tol Jakarta – Cikampek (KM 29, KM 31 dan KM 34,7), Kota Jababeka semakin strategis dengan adanya pembangunan stasiun dan double track KRL Commuter Line Jakarta – Cikarang, Jalan Tol Layang Jakarta – Cikampek, Jalan Tol JORR 2, MRT Cikarang – Balaraja dan rencana LRT Jakarta – Cikarang. Kota Jababeka menjadi salah satu kawasan yang menerapkan konsep TOD (Transit Oriented Development) di mana stasiun MRT Cikarang akan berada di pusat area komersial & CBD Kota Jababeka.

Dengan matangnya fasilitas komersial dan pembangunan infrastruktur yang mulai selesai di sekitar Kota Jababeka, memungkinkan Jababeka Residence dikembangkan menjadi kawasan residensial dan komersial kelas menengah atas. Jababeka Residence dibangun dengan acuan standar internasional, diharapkan menjadi  kota mandiri terintegrasi berstandar internasional di mana kebutuhan penghuni untuk tinggal, bekerja dan berekreasi terpenuhi dalam satu area.