Pertama di Indonesia, Kawasan Industri Suryacipta Karawang Resmikan Teknologi Pengolahan Limbah Modern

[Property-In], Karawang– Menggandeng perusahaan asal Hungaria, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) melalui anak usaha PT Suryacipta Swadaya, pengelola Kawasan Industri Suryacipta Karawang,  meresmikan  fasilitas pengolahan air limbah mengadopsi teknologi pertama di Indonesia dengan kapasitas 5.000m3/hari.

Fasilitas yang dinamain Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta ini memiliki kapasitas 5.000 m3/hari tersebut dan mampu mengolah limbah seluruh pabrik yang berlokasi di Kawasan Industri Suryacipta Karawang.

Resmikan Fasilitas Pengolahan Air Limbah
Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) Johannes Suriadjaja (kiri) bersama Wakil Presiden Direktur PT Suryacipta Swadaya Karel Walla (kanan) mendapatkan penjelasan dari CEO Organica Water Ari Raivetz (tengah) seusai meresmikan operasional fasilitas Waste Water Treatment Plant (WWTP) Organica Suryacipta di Karawang, Senin (12/11/2019).

Acara peresmian ini dilakukan oleh Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk Johannes Suriadjaja dan disaksikan oleh Wakil Presiden Direktur PT Suryacipta Swadaya Karel Walla, Direktur PT Suryacipta Swadaya Wilson Effendy, Direktur PT Suryacipta Swadaya Petrus Kosasi dan Direktur PT Suryacipta Swadaya Didi Wihardi.

“Keberadaan fasilitas WWTP dengan fasilitas pendukungnya ini merupakan bentuk komitmen kami sebagai bagian Surya Semesta Internusa Group untuk mewujudkan Kawasan Industri yang sehat dan menerapkan prinsip green/ramah lingkungan dalam setiap kegiatan bisnisnya,” ujar Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk Johannes Suriadjaja,.

Pembangunan WWTP yang telah dimulai pada September 2016 dengan menggandeng perusahaan WWTP ternama asal Hungaria, Organica Technologies merupakan perusahaan Waste Water Treatment yang berdiri sejak tahun 1998 dengan  proyek yang tersebar di Prancis, Hungaria, China, dan Indonesia serta merupakan market leader WWTP dalam hal teknologi Fixed-Bed Biofilm Activated Sludge (FBAS). Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas + 3 hektar dengan nilai investasi sebesar IDR 68M.

Dengan adanya fasilitas berkonsep green ini akan menambah kapasitas pengolahan air limbah hingga mencapai 16.000 m3/hari di mana WWTP lama berkapasitas 11.000 m3/hari yang sudah beroperasi sebelumnya. Kapasitas WWTP terpasang tersebut diperuntukkan guna mengolah air limbah yang dihasilkan para tenant di Kawasan Industri Suryacipta yang berdiri di lahan seluas kurang lebih 1.400 hektar tersebut.

Secara sederhana, sistem pengolahan Fasilitas WWTP Organica Suryacipta dapat dijelaskan sebagai berikut yaitu proses pengolahan air limbah yang berasal dari tenant menggunakan akar tanaman, di mana akar tanaman tersebut berfungsi sebagai tempat berkembangbiaknya mikro organisme yang akan menguraikan air limbah. Teknologi pengolahan air limbah yang diterapkan di WWTP Organica Suryacipta merupakan teknologi terbaru yang diterapkan di Indonesia.

Tidak hanya itu, gedung operasional WWTP Organica Suryacipta juga menerapkan prinsip green dengan menggunakan green electricity yaitu memanfaatkan energi matahari berupa solar panel yang diparalelkan dengan listrik yang dipasok oleh PLN. Kapasitas listrik solar panel terpasang sebesar 20 KVA dari total pemakaian listrik sebesar 197 kVA.

Johannes menambahkan, pembangunan fasilitas ini juga merupakan wujud partisipasi aktif perseroan dalam mendukung program Citarum Harum yang diinisiasi Pemerintah. Melalui pengolahan limbah dengan teknologi modern ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi pencemaran di Sungai Citarum.

“Dengan adanya WWTP ini, kami berharap sumbangsih kecil ini akan dapat membantu Pemerintah menekan tingkat pencemaran di Sungai Citarum sekaligus dapat menginspirasi masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan khususnya Sungai Citarum sehingga membawa manfaat bagi orang banyak,” tutup Johannes.

Sebagai informasi, awalnya SSIA didirikan tahun 1971 dengan nama PT Multi Investments Limited, yang kemudian berubah menjadi PT Surya Semesta Internusa (“SSIA”) di tahun 1995, dan mencapai tonggak sejarahnya sebagai memimpin perusahaan Indonesia dalam mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta pada bulan Maret 1997.

Saat ini SSIA secara prinsip terlibat dalam area industri, pengembangan properti, pembangunan dan perhotelan, serta memegang beragam portfolio termasuk Kota Industri Suryacipta milik mereka, operasi gudang SLP Karawang, Hotel Gran Melia – Jakarta, Hotel Melia – Bali, Resor Banyan Tree Ungasan – Bali, Hotel BATIQA dan aset properti lainnya.

 

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *