Hongkong, Representasi Wajah Asia di Dunia

Dominasi China di berbagai industri, termasuk di properti, tampak semakin kentara setelah mengakuisisi sejumlah gedung perkantoran di Hong Kong. Pelan tapi pasti, sektor residensial pun juga mulai dijajaki.

hongkong

Pamela Tsui, Senior Manager Research & Consultancy Knight Frank, menyingkap fakta tersebut dalam laporan Knight Frank “Global Cities 2017” yang belum lama ini dirilis. Dari data terungkap banyak perusahaan China yang memperlihatkan minat besar terhadap pasar properti Hong Kong mulai dari commercial building, residential sampai development sites.

“Dalam dua tahun terakhir perkembangan itu terlihat sehingga menyebabkan geliat baru di pasar lokal (Hong Kong),” sebut Pamela. 

Dalam catatan Knight Frank disebutkan, banyak perusahaan asal Cina yang melakukan pembelian terhadap kantor-kantor di Hong Kong yang kemudian untuk digunakan sendiri termasuk sebagai kantor pusat perwakilan di sana.

Salah satu alasan minat mereka adalah karena negeri yang dijuluki  Little Asia tersebut memiliki pertumbuhan ekonomi cukup stabil sehingga kerap dijadikan pemberhentian pertama sebelum melompat lebih tinggi lagi ke pasar dunia. Yang perlu menjadi perhatian pula adalah bahwa Hong Kong dikenal sebagai pusat keuangan internasional serta memiliki sistem peradilan yang independen.

Pembelian gedung perkantoran di Hong Kong memang telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, dalam semester pertama 2016, total transaksi pembelian gedung perkantoran di sana oleh perusahaan China mencapai US$2,9 miliar. Sebuah nominal yang tergolong bombastis di tengah perlambatan ekonomi global.

Tidak tanggung-tanggung, wilayah yang terkena ekspansi China ini termasuk kawasan utama bisnis Hong Kong, yakni area Central and Admiralty. Ini tidak terlepas dari makin tingginya harga sewa perkantoran di sana. Menurut Knight Frank, dalam dua tahun terakhir, harga sewa perkantoran Grade-A di Central naik sekitar 20% sehingga sejumlah perusahaan ‘hijrah’ ke bagian timur. Hong Kong. Namun, bagi perusahaan-perusahan berdompet tebal, ketimbang menyewa akan lebih hemat jika mereka mengakuisi gedung perkantoran di sana.

hongkong2

Terbaru, menjelang akhir 2016, menara Mass Mutual yang terletak di Wanchai diakuisisi oleh perusahaan properti Evergrande—yang juga merupakan pemilik saham terbesar salah satu raksasa sepakbola China Guanghzou Evergrande—senilai US$1,6 miliar. Tak lama kemudian gedung Dah Sing Finance Centre juga dibeli oleh China Everbright senilai $1,28 miliar.

Mengincar Lahan

Kesungguhan perusahaan China menancapkan kukunya di dataran Hong Kong juga terlihat di sektor pengembangan lahan. Developer China Overseas termasuk yang paling aktif dengan membeli empat lokasi di Hong Kong sejak 2012. Tahun lalu, rekor pembelian perumahan di Kowloon sebesar US$905,8 miliar dicatat oleh Shimao Property—salah satu transaksi tanah yang cukup besar untuk area sana. Menurut catatan, pada 2016 dari total transaksi properti di Hong Kong, investasi tanah mencapai sekitar 25%.

Pergerakan China sebagai pemain baru di investasi properti global memang patut diapresiasi. Selama ini penanaman modal investasi properti lebih banyak berkutat di London dan New York. Dengan transaksi-transaksi  tadi, Hong Kong berubah menjadi area pengembangan terbaru yang mampu menegaskan wajah Asia di dunia.

Beberapa pemicu yang membuat China membidik Hong Kong adalah adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi di Negeri Tirai Bambu itu serta persaingan domestik yang cukup sengit. Bagi pengembang China, tanah di Hong Kong bahkan jauh lebih murah dibandingkan dengan beberapa kota besar mereka (lihat tabel) . “Ini telah membuat tanah Hong Kong menjadi lebih menarik bagi pengembang China,” ungkap Pamela.

Hong Kong telah berevolusi menjadi salah satu kekuatan properti baru di dunia, terutama Asia. Makin maraknya kedatangan pengembang China ke sana merupakan satu alasan dari sekian tolak ukur mengapa Hong Kong banyak disebut sebagai ‘wajah Asia di dunia’.

Sebuah pernyataan tentang Hong Kong menjadi patokan kebangkitan dan kemajuan properti nasional bisa jadi ada benarnya, jika melihat kemegahan kota yang diklaim sebagai kota terjangkung di dunia karena memiliki 7.500 gedung pencakar langit ini. □

 

Aziz Fahmi Hidayat (dari berbagai sumber)

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *