Loemangga Haoemasan, Dari Gadis Sampul hingga Ratu Properti

Jejak langkah penyuka novel ini benar-benar menarik untuk disimak. Selain bakal merasa adem saat melihat wajah cantiknya, kita juga akan terinspirasi dari kisah perjalanan hidupnya.

Oleh: Fajar Yusuf Rasdianto

mongga

Suatu hari di SMA 6 Jakarta, seorang gadis biasa saja—ia tak mau dibilang cantik, tapi jujur ia memang cantik—sedang duduk bersimpuh lutut di ruang kelas. Matanya menerawang ke sekeliling. Menatap papan tulis, meja, lemari dan beberapa piala di ruangan itu. Di mejanya tampak buku-buku tersusun rapi. Ia hobi membaca, tapi kali ini sepertinya ia sedang tak ingin membaca.

Dua-tiga buku hanya dilihatnya sejenak untuk kemudian dimasukkan kembali ke dalam tas. Kemudian matanya kembali mengembara ke sisi-sisi ruang, sembari mendekap satu buku di dada, sebuah buku berjudul The Alchemist karya Paulo Coelho. Seketika itu, setitik senyum manis tersungging di bibirnya.

“Mengapa kita harus mendengar suara hati kita?” tanya si bocah, ketika mereka mendirikan tenda pada hari itu. 

“Sebab, di mana hatimu berada, di situlah hartamu berada.” 

Demikian secuil percakapan antara Alchemist dan Santiago, gembala yang mengikuti suara hatinya untuk mengejar mimpinya. Perjalanan tersebut membawanya ke Tangier serta padang gurun Mesir untuk bertemu Sang Alkemis yang menuntunnya menuju harta karun, serta  mengajari tentang Jiwa Buana, cinta, kesabaran dan kegigihan.

Sepenggal bait dalam karya Coelho ini membawa angan sang gadis menembus mimpi-mimpinya di masa depan. Mimpi yang selalu diinginkannya sejak saat itu, menjadi seorang pebisnis hebat.

Loemongga Haoemasan, wanita yang duduk di bangku kelas itu, kini sudah menjemput mimpi-mimpinya memiliki segudang bisnis besar di Indonesia. Secarik kalimat di dalam buku tersebut—“When you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it”—telah menjadikannya sosok wanita yang percaya diri untuk menaklukkan segala mimpi. 

“Saya suka sekali buku itu. Tipis, tapi isinya penuh makna, khususnya kehidupan,” katanya kepada Property-In saat bertemu di kantornya, pertengahan Desember lalu.

Wanita yang akrab disapa Mongga ini mengaku gemar membaca semenjak kecil. Ia menyukai karya-karya Coelho dan Naguib Mahfouz.

“Dengan membaca buku, saya merasa sedang melakukan travelling. Berada di negara lain yang kita belum begitu mengenalnya. Dan pasti dari buku saya juga mendapatkan banyak pengetahuan,” tutur wanita kelahiran Bandung ini.

Terinspirasi dari Ayah-Ibu

Selain dari buku, istri politisi Partai Golkar, Agus Gumiwang Kartasasmita, ini juga banyak terinspirasi dari kehidupan keluarganya. Sang ayah, seorang pebisnis, selalu memberikan contoh kehidupan yang luar biasa untuknya. Menurut Mongga, dia tak pernah menunjukkan kekalutan saat berada dalam posisi apa pun.

Pernah suatu ketika ayahnya mengalami kegagalan habis-habisan dalam bisnis. Tabungan ludes sampai hanya bersaldo nol rupiah. Namun, dia sama sekali tidak menunjukkan wajah stres. Baginya itu hanya urusan uang. Selama sehat dan punya keluarga, maka yang lainnya tidaklah berarti.

“Beliau sosok paling tangguh dalam hidup saya. Beliau selalu mengingatkan saya untuk jauh dari stres, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia bisnis,” kenangnya.

Selain sang ayah, sosok ibunda juga cukup banyak menginspirasi hidup Mongga, khususnya sebagai seorang mama bagi anak-anaknya. Ibunya selalu memberikan perhatian khusus bagi anak-anaknya meskipun pekerjaan sedang padat-padatnya. Sama seperti sang suaminya, ia tak pernah menampakkan tampang stres di depan anak-anaknya.

“Saya mencontoh ibu saat sedang bersama keluarga. Menjadi tempat paling nyaman untuk anak-anak dan suami saya. Ada di saat mereka membutuhkan advise ataupun pelukan,” katanya sejuk.

Berkat sosok orangtua yang luar biasa, wanita yang genap berusia 43 tahun pada 6 September 2016 itu pun tumbuh sebagai seorang ibu yang mengayomi ketiga anak laki-lakinya. Selalu berpikiran terbuka untuk menjadi seorang ibu, sekaligus sahabat bagi anak-anaknya.

Ia berupaya memberikan waktu terbaiknya untuk keluarga, meski di tengah kesibukan yang menggunung. Time management  adalah kuncinya menjaga keharmonisan keluarga dan kelangsungan bisnisnya.

“Saya selalu membuat semacam world map setiap minggu. Membagi-bagi waktu antara untuk keluarga dan bisnis. Biar bagaimanapun, keluarga adalah yang terpenting bagi saya,” lanjutnya.

Memulai Karier di Bisnis Properti

Sarjana ekonomi dari Boston College, Massachusetts, Amerika Serikat , ini memang layak disebut sebagai wonder women. Mengenalnya seperti sebuah keberuntungan dalam hidup seseorang. Sikap, semangat, caranya bertutur dan kisah hidupnya menginspirasi banyak orang.

Tak salah jika Forbes Indonesia menobatkannya sebagai “Most Inspiring Women 2016”. Salah satu majalah lainnya juga menasbihkan dirinya sebagai “100 Business Women of The Year”.

Bukan hanya prestasi individu yang ia dapat selama kariernya sebagai pebisnis. Prestasi secara korporat pun berhasil diraih. Bersama Asiana Group, wanita yang menjabat sebagai president director ini sukses mendapatkan gelar “Best Boutique Developer” di salah satu ajang penghargaan properti Indonesia beberapa bulan silam.

Karena prestasi itu, si cantik semampai bertinggi 170 cm ini pun menjadi satu-satunya pengembang wanita yang mewakili Indonesia di ajang South East Asia Property Awards 2016, di Singapura. Sebuah kebanggaan bagi Indonesia bisa memiliki pebisnis wanita sepertinya.

“Ya saya cukup senang dengan apa yang saya dapat sekarang. Tapi itu semua bisa diraih bukan lantaran saya seorang. Tetap kerja sama tim,” ujarnya sedikit merendah. Kisah perjalanan hidup mantan finalis Gadis Sampul 1989 ini hingga kini menjadi ‘ratu properti’ memang layak mendapatkan apresiasi. Bahkan mungkin sudah layak untuk dibukukan.

Meski begitu, nasib tak selalu memihak padanya seperti yang banyak orang kira. Dalam berbisnis, ia berulang kali mengalami kegagalan. “Tujuh kali saya mencoba berbagai bisnis, mulai dari membuka butik sampai restoran, semua gagal. Baru bisnis ini (properti) yang nyangkut dan berhasil,” tutur Mongga.

Semenjak keluar dari dunia entertain dan bekerja sebagai seorang bankir di ING Barings, ia memfokuskan diri sebagai seorang pebisnis. Bisnis apa pun dicobanya, hingga akhirnya pada 2005, ia bertemu dengan rekan bisnis yang tepat untuk mengembangkan sebuah proyek properti.

“Dari situ saya mulai membangun properti. Dulu hanya kecil-kecil, mulai dari 5 rumah, lalu 9, sampai 20 rumah. Setelah terkumpul uangnya baru saya membangun bisnis sendiri dan fokus bersama Asiana Group,” tambahnya.

Pada 2011, ia membangun satu proyek vertikal bernama Nirvana Residences di Kemang, apartemen pertama di wilayah itu. Dari keberaniannya memulai ini, kariernya semakin melesat. Portofolio proyeknya pun semakin banyak dan terus bertumbuh mulai dari landed house, villa, hingga apartemen dan gedung perkantoran.

“Selain properti, kami juga punya disversifikasi usaha lainnya di divisi lifestyle, seperti restauran dan studio kebugaran. Ke depan, semuanya akan kami integrasikan dalam proyek properti kami,” katanya.

Mongga berharap kelak, Asiana, perusahaan yang ia miliki saat ini bisa segera disejajarkan dengan pengembang-pengembang besar lain. “Lima tahun depan targetnya, perusahaan ini sudah IPO.”

Deretan Proyek Asiana Group 

Berbagai proyek besar telah dikembangkan Asiana sejak 2011. Image sebagai  boutique developer berhasil didapatkan dari proyek-proyeknya ini:

  1. Rumah Ampera
  2. Rumah Bangka
  3. Bangka IX
  4. Rumah Kemang, Kemang Timur
  5. Nirvana Apartement, Kemang
  6. Ozono Residences, Bintaro
  7. Sol Beach House Hotel, Seminyak
  8. Belva, Bangka XI
  9. Amaya, Jatipadang
  10. Dua At Kemang
  11. Kalila, Jeruk Purut
  12. Swargha, Ubud
  13. Teras Tjilandak
  14. Bangka Tree
  15. Senopati Suites Tower 1, 2 & 3

Adapun proyek-proyek masa depan yang bakal dikembangkannya adalah:

  1. Biu Biu, Jimbaran Bali
  2. Two Senopati, Jakarta Selatan
  3. TBS, properti multifungsi di TB Simatupang
  4. Andara Living, Antasari, Jakarta Selatan
  5. Kailash, Jimbaran

*catatan:  Tiga proyek vertikal, yakni Two Senopati, TBS dan Andara Living, akan dirilis tahun ini.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *