Anna Dharmadji: Saatnya Bergerak!

Property-in.co – Sempat mengalami penjualan yang kurang menggembirakan tahun lalu, apartemen Arzuria kini mengangkat nahkoda baru di bidang sales and marketing. Proyek milik Tolaram Group yang bercokol di Jalan Tendean, Jakarta Selatan, ini mendapuk Anna Dharmadji sebagai Director Sales and Marketing yang baru.

anna dharmadji

“Penjualan Arzuria memang kurang bagus. Kami memulainya ketika ekonomi slow down dan properti yang susah naik,” ucap wanita pernah menduduki kursi Associate Director, Head of Sales and Marketing PT Lippo Karawaci Tbk ini.

Anna mengungkapkan, penjualan unit Arzuria sepanjang 2016 baru mencapai 50%. Sebagai informasi, Arzuria menyediakan 240 unit apartemen premium dengan harga mulai dari Rp3,5 miliar. Pengerjaan groundbreaking pun sudah dimulai pada akhir 2015.

“Terus terang untuk pembangunan kontruksinya agak susah karena partner kami baru akan menguncurkan dana ketika sales sudah mencapai target sekian (persen). Jadi situasi kami seperti chicken and egg,” ujar wanita yang pernah bekerja 15 tahun di Jones Lang LaSalle ini. “Tapi, sekarang bos kami di Singapura sudah menandatangani LOI (letter of intent) dengan salah satu kontraktor, plus di kuartal pertama 2017 akan ada pergerakan. Saat itu saya akan re-launching.”

Untuk mengatasi komplain dari pelanggan, Anna mengatakan bahwa mereka selalu update kepada customer. “Bahkan tahu kami akan telat, kami stop payment dulu. Ini termasuk fair banget dibanding developer lain yang tidak bangun tapi tetap kasih penalti untuk customer-nya.”

Kini, guna memperkuat sales & marketing, wanita yang pernah menjual rumah seharga Rp100 miliar ini menunjuk dua konsultan properti ternama: Triple G Properties dan Cushman & Wakefield. Ia juga mengundang seluruh agen untuk membantu mendongkrak penjualan Arzuria.

“2016 kami quiet. Sekarang kami akan lebih aktif dan gencar seperti mengadakan sales event dan juga promotion,” ucap wanita cantik kelahiran Jakarta, 15 Juli 1967 ini.

Anna memastikan, pembangunan apartemen Arzuria akan tetap dilanjutkan hingga selesai. “Kami sudah menanam Rp50 miliar di dalam tanah. Jadi tidak mungkin tidak lanjutkan. Tolaram Group yang punya nama besar di Singapura tentu akan malu kalau tidak bisa membangun ini,” pungkas wanita yang kelak ingin merintis usaha sendiri di bidang konsultan properti ini.

(Richardus Setia Gunawan)

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *