Malaysia Tak ‘Hanye’ Menara Kembar

Petronas Twin Towers, yang tersohor sebagai ikon negeri jiran, nanti tidak akan melenggang sendirian. Sebuah proyek prestius bakal hadir menjadi ikon terbaru di pusat Kuala Lumpur. 

Oleh: Richardus Setia Gunawan

Property-in.co – Rintik hujan membasahi tanah dan aspal Kampung Baru, salah satu kawasan vital di Kuala Lumpur, siang itu. Beruntung, hujan tak sampai mengganggu hajatan besar yang digelar M101, developer tersohor Malaysia. Hari itu, awal September, mereka mengadakan groundbreaking proyek terbaru bernama M101 SkyWheel. Property-In hadir di acara tersebut, bergabung dengan sejumlah media dari Indonesia, Singapura, dan Hong Kong.

skywheel

Di lokasi groundbreaking, raut wajah kegembiraan tak bisa disembunyikan Dato’ Seth Yap, Direktur Eksekutif M101. Pria berambut kelimis ini tampak begitu happy dalam acara peletakan batu pertama proyek ketiga mereka. Didampingi sang istri, Datin Lea Chan, ia mengungkapkan latar belakang pembangunan M101 SkyWheel kepada awak media yang datang.

“Kami tahu bahwa Petronas Twin Towers adalah ikon kota Kuala Lumpur Malaysia. Kami memiliki landbank yang tidak jauh dari menara kembar ini sehingga kami ingin buat the second icon yang nantinya akan meningkatkan turis di daerah Kampung Baru,” ucap Dato setelah acara groundbreaking selesai.

Pernyataannya didukung oleh pemerintah Malaysia. Dato’ Seri Tengku Adnan Tengku Mansor, Minister of Federal Territories, yang turut hadir mengatakan bahwa gedung itu akan menjadi ikon terbaru yang bakal diingat dunia. “M101 SkyWheel bakal memainkan peran utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa di sektor pasar properti dan juga sektor pariwisata. Untuk itu, kami mengundang para investor untuk datang ke Malaysia,” imbaunya di sela-sela acara.

Data yang dirilis theedgeproperty.com, situs jual-beli properti Malaysia, mengungkapkan bahwa iklim penjualan properti di negeri itu sedang melambat. Pada semester II 2015, dari 20.993 unit residensial baru yang di-launch di Malaysia, penjualan hanya mencapai angka 25%. Pada semester I 2016, angka peluncuran unit residential menurun di angka 10.655 unit. Sales performace pun tak jauh berubah, yakni 26%.

Indikasi lesunya properti juga terlihat dari rasio pinjaman KPR yang disetujui bank. Angkanya turun dari 52% (2015) menjadi 40% (2016). Karena itu, pemerintah Malaysia sedang giat menggenjot sektor properti, salah satunya skywheeldengan membangun infrastruktur dan meningkatkan wisata properti: membangun gedung ikonik.

Tidak berlebihan memang jika M101 SkyWheel digadang-gadang menjadi tempat selfie baru bagi wisatawan yang datang ke Malaysia. Menggandeng Studio F.A Porsche―perancang terkenal dunia yang banyak merancang produk fashion untuk kalangan sosialita―M101 akan membangun dua tower setinggi 78 lantai di atas lahan seluas 0,81 hektar. Tak tanggung-tanggung, developer ini merogoh kocek hingga RM 1,4 miliar (sekitar Rp4,7 triliun) guna merealisasikan proyek yang rencananya selesai dalam 5 tahun ini.

 

M101 SkyWheel terdiri 1.200 unit apartemen yang menempati tower A dan B. Ada Planet Hollywood Hotel dengan 200 kamar. Ada pula area komersial seluas lebih dari 200.000 m2. M101 SkyWheel juga akan terintegerasi dengan mass rapid transit (MRT) yang dibangun di basement.

Yang menarik, SkyWheel (kincir ria) akan dihadirkan di tengah-tengah tower A dan B. Kincir berdiameter 6 meter itu tak seperti kincir ria pada umumnya―memiliki poros untuk berputar. Cara kerjanya seperti roller coaster sehingga yang berputar adalah ‘kapsul’ yang mengeliling pusat lingkaran. Kincir ria akan ditempatkan di lantai 53 dan akan menjadi landmark dengan sebutan Porsche Clock.

Bersebelahan dengan Porsche Clock, tepatnya di lantai 53-78, akan dibangun tower elite Porsche Designer Suites. Dari 94 unit yang dijual, M101 tak hanya menawarkan kepeda pasar lokal tetapi juga pasar asing. “Ada kuota untuk orang Indonesia, Taiwan, Hong Kong dan Singapura.  Masing-masing 15 unit. Untuk Malaysia sendiri, ditawarkan 34 unit dan saat ini sudah 50% terjual,” ungkap Teoh Chie Lean, Direktur Pemasaran M101.

Developer ini memang ingin menarik investor properti asing, terlebih karena iklim investasi asing di Malaysia sendiri cukup baik. Data theedgeproperty.com menunjukkan bahwa rasio pinjaman KPR dari Indonesia mencapai 16%. Disusul dengan Hong Kong 67%. Dan yang tertinggi adalah Singapura dengan rasio household debt mencapai 75%.

Guna menjangkau pasar Indonesia, M101 akan bekerja sama dengan aplikasi Projek untuk memasarkan unitnya di Tanah Air. “Projek dan seluruh master franchise yang tergabung akan membantu penjual unit M101 SkyWheel di Indonesia,” ujar Rossy, Chief Operating Officer Projek yang ikut menghadiri grounbreaking M101 SkyWheel di Malaysia.

Memiliki luas 74 m2 (nett), unit Porsche Designer Suites akan dibanderol dengan harga RM 2.500-3.000 m2  (sekitar Rp6,8 miliar). Bukan cuma menjadi sebuah prestise bagi pemiliknya, M101 SkyWheel  juga memiliki capital gain yang tinggi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Dato’ Seth Yap. “Saya memprediksi kenaikan capital gain dapat mencapai 30% per tahun.” □

 

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *