AUSTRALIA: Kenaikan Capital Gain Sydney Tertinggi

Property-in.co – Sihir properti di Negeri Kanguru ini seakan tak pernah padam. Wilayah Australia dinilai masih memiliki magnet tersendiri sebagai primadona bagi para investor properti. Belakangan, mereka banyak yang membenamkan investasi properti di sana dan kota yang kerap menjadi pilihan adalah Sydney.

australiaAnalisis Knight Frank tentang prakiraan kinerja pasar hunian di 10 kota dunia untuk 2016 menggambarkan hal itu. Pada awal tahun, firma konsultan properti global ini melaporkan bahwa harga hunian di Sydney akan tumbuh paling tinggi sepanjang 2016 dibandingkan dengan kota-kota besar lain di dunia. Sementara itu, ada beberapa kota lain yang justru mengalami penurunan. Sebut saja Hong Kong, Singapura, dan Paris, ketiga kota tersebut mengalami penurunan dari -3% hingga -5%.

Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan nilai jual properti di Sydney telah mencapai 72,2%. Sedangkan tahun lalu sekitar 20,5%. Inilah mengapa investasi properti di kawasan Sydney bisa sangat prospektif, mengingat kebutuhan akan hunian di sana semakin meningkat.

“Posisi Sydney diperkuat oleh peningkatan daya saing AUS$ terhadap US$, dan AUS$ sekarang disparitas dengan Sin$. Devaluasi AUS$ juga telah mendorong minat yang kuat dari pembeli Asia,” kata Iwan Sunito, CEO Crown Group.

Kekosongan hunian di Sydney yang mencapai angka 3% juga diduga sebagai pemicu penetrasi pasar properti disana, sedangkan populasi di sana tidaklah sedikit. Lebih jauh lagi, kontribusi sektor properti di Sydney terhadap perekonomian Negara Bagian New South Wales, Australia, mencapai AUS$60 miliar pada tahun lalu. 

Pembangunan Infrastruktur

Kelebihan lain dari kota Sydney adalah infrastrukturnya yang terus berkembang secara massif. Seperti diketahui, pemerintah negara bagian menginvestasikan miliaran dolar untuk infrastruktur baru di kota itu. Investasi ini termasuk pembangunan empat stasiun kereta metro yang baru, link rel selatan-barat, dan pengembangan delapan stasiun baru di utara-barat untuk mempercepat koneksi antara pinggiran kota Sydney dengan CBD.

Merujuk dari sana, diprediksi hunian-hunian di Sydney yang berjarak sekitar 400 meter dari stasiun kereta api, akan meraup kenaikan harga dengan rata-rata nilai tanah sekitar 4,5%. Sementara nilai tanah untuk hunian yang berlokasi dengan jarak antara 400-800 meter dari stasiun, akan naik sekitar 1,3%. Sedangkan yang berlokasi lebih jauh (di zona 800-1.600 meter) bakal mendapatkan peningkatan nilai tanah sebesar 0,3%.

Kenaikan harga properti di Sydney juga mendorong kenaikan capital gain di kota tersebut. Julian Sedgwick, Global Head of Sales & Marketing Crown Group, berpendapat, “Ada banyak pasar yang berbeda di luar sana untuk berinvestasi, tapi Sydney menawarkan prospek pertumbuhan yang kuat baik selama lima tahun ke depan. Diiringi dengan pemerintahan yang stabil, pasar pendidikan yang kuat, dan permintaan untuk perumahan yang melebihi pasokan.”

Memang tidak seperti pasar internasional lainnya, ada beberapa faktor yang berkontribusi menjaga Sydney stabil dengan permintaan yang kuat. Crown Group sendiri menangkap peluang ini dengan menghadirkan proyek bernama Waterfall yang rencananya akan dirilis serentak di Sydney, Singapore, Jakarta, dan Surabaya pada pertengahan 2017.

“Kami akan tetap fokus pada Sydney, Indonesia, Singapura, Hong Kong, dan China. Kami juga akan menargetkan kota global lainnya di kemudian hari seperti Amerika dan Inggris,” lanjut Julian. 

Di Atas Pertumbuhan Nasional 

Prediksi Knight Frank di atas ternyata tidak meleset. Lihat saja data yang disajikan oleh CoreLogic, firma penyedia informasi dan analisis properti Australia, tentang indeks nilai hunian di kota-kota besar di sana. Sejak Januari hingga Agustus peningkatan capital gain tahunan di Sydney naik 9,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Ini merupakan angka tertinggi dan di atas rata-rata pertumbuhan nasional. Peringkat kedua ditempati oleh Melbourne yang juga mengalami peningkatan sebesar 9,1% (yoy).

a01

Meski terjadi penguatan dibandingkan tahun sebelumnya, laju kenaikan capital gain tahunan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan puncak pertumbuhan pada 2015, ketika nilai- nilai hunian ibu kota meningkat hingga 11,1% per tahun.

Akselerasi capital gain juga terjadi di Hobart dan Canberra. Jika satu tahun lalu tingkat pertumbuhan tahunan Canberra negatif (-0,9%) dan Hobart hanya naik 1,5%. Kedua kota ini masing- masing menembus pencapaian nilai dwelling 7,6% dan 6,5% selama satu tahun terakhir. Namun bisa dibilang keduanya masih jauha berada di bawah Sydney.

Saat ini, Crown Group mengklaim sudah mendapatkan minat yang kuat dengan tingginya jumlah pemberian deposit dari para calon pembeli mereka di Australia maupun negara lainnya, terutama Indonesia. Permintaan dari pasar lokal masih sangat kuat. Karenanya strategi mereka adalah memprioritaskan pasar lokal dengan porsi 70-80%, baru kemudian 20-30% dijual untuk investor asing. □

 

Ade Komala

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *