Jakarta Darurat Hunian!

Property-in.co – Kekurangan hunian atau backlog masih menjadi momok yang menakutkan bagi pemerintah. Dalam catatan BPS, sampai 2016 kemarin Indonesia membutuhkan 13,6 juta rumah bagi masyarakatnya. Jakarta sendiri sebagai ibukota Negara juga memiliki masalah kekurangan hunian sekitar 1,3 juta. Bahkan BPS menyebutkan jika Jakarta merupakan provinsi kedua dengan backlog perumahan terbesar.

anies baswedan

Baru 51% warga DKI yang telah memiliki rumah sendiri. 34%-nya kontrak atau sewa, 13% bebas sewa dan 2% tinggal di rumah dinas. Dengan kondisi harga tanah yang terus mengalami kenaikan 18% per tahun sementara upah riil hanya tumbuh 10% tiap tahunnya, memiliki rumah di Jakarta semakin sulit.

Hal ini tentu menjadi persoalan serius bagi pemerintah baik pusat maupun daerah. Diperlukan solusi yang tepat serta akurat agar warga Jakarta bisa bertempat tinggal yang layak. Penataan kampung dan peremajaan kota menjadi salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan dan kesenjangan hunian di Ibu Kota Jakarta.

Jehansyah Siregar, Pengamat perumahan dan kawasan permukimanInstitut Teknologi Bandung (ITB)mengatakan, dibutuhkan peran serta berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan hunian di Jakarta.

Salah satu solusi yang disampaikannya adalah ketersediaan bank tanah. Lanjutnya, pemerintah mesti memiliki public housing delivering system dimana untuk mewujudkan hal itu langkah awalnya adalah keberadaan lahan. “Harus ada new area development agar bisa dikembangkan menjadi hunian bagi warga masyarakat,” ujarnya saat ditemui di acara media diskusi bertema ‘Mengatasi Besarnya Kekurangan Hunian’ di Anies-Sandi Media Center, Jakarta, Kamis (5/1).

Sementara itu, calon Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang juga didapuk menjadi pembicara menyampaikan pandangannya terkait persoalan tersebut dengan mengusulkan bahwa ada dua solusi yang harus dilakukan yakni penataan dan penyediaan.

“Penataan berupa peremajaan kota yang terdiri dari dua hal yaitu karakter kampung dan modern. Kampung berarti menata warga masyarakat yang ingin memiliki hunian layak namun dengan harga terjangkau sebagai bagian dari karakter Jakarta. Sementara modern adalah wajah Jakarta sebagai ibukota Negara,” urainya lebar.

Dari beberapa solusi yang mantan Mendikbud ini tawarkan antara lain adalah: penataan kampung, insentif rumah sewa, kredit murah berbasis tabungan bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah, mempermudah investasi rumah susun serta mengadakan bank tanah.

“Kami ingin membangun Jakarta yang maju kotanya dan sejahtera warganya,” imbuhnya.

Aziz Fahmi H.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *