YUSTINUS PRASTOWO: Waktu yang Tepat untuk Berinvestasi Properti

Property-in.co – Beragam stimulus dikeluarkan pemerintah untuk mendongkrak industri properti, baik secara langsung maupun tak langsung. Mulai dari penurunan BI Rate, pelonggaran LTV, pembangunan infrastrukur, program 1 juta rumah hingga tax amnesty.

investasi properti

Lalu, apakah ini merupakan indikasi bahwa sekaranglah saat terbaik untuk membeli properti?  Terkait hal itu, Property-In mewawancarai Yustinus Prastowo, Executive Director Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA). Berikut petikan wawancara tersebut:

Menurut Anda, mengapa industri properti belum naik-naik juga?

Pada periode 2011-2015, pertumbuhan ekonomi kita terus melambat. Kondisi ini mempengaruhi seluruh sektor perekonomian, termasuk properti. Tren perlambatan inilah yang membuat sektor properti melesu, terlebih Bank Indonesia menerapkan kebijakan loan to value (LTV) pada 2013 sehingga penjualan properti melesu.

Sedangkan, pada 2016 kondisi ini tidak jauh berubah. Pada kuartal pertama dan kedua, pertumbuhan ekonomi hanya tumbuh 4,92% dan 5,18%. Meski pada bulan Agustus Bank Indonesia melonggarkan LTV, tapi belum berdampak signifikan terhadap sektor properti. Terkait kebijakan tax amnesty, berdasarkan data Direktorat Jendral Pajak per 22 September 2016, total harta yang direpatriasi baru sebesar Rp 71,3 triliun atau 5,4% dari total aset yang dilaporkan, sementara sebagian besar berupa harta deklarasi dalam dan luar negeri.

Hal ini menjadi penyebab mengapa dampak tax amnesty belum begitu terasa pada sektor properti. Mengapa? Berbeda dengan skema repatriasi, deklarasi dalam dan luar negeri tidak mewajibkan harta yang dilaporkan untuk dialihkan ke beberapa instrumen investasi, salah satunya properti sebagai instrumen investasi di luar pasar keuangan. Ditambah, repatriasi dana bisa dilakukan paling lambat 31 Desember 2016 sehingga dampaknya secara efektif akan dirasakan pada 2017.

Soal tax amnesty, efek tidak langsungnya (psikologis) sudah terasa. Investor, yang dulu menahan diri, kini mulai ancang-ancang membeli properti. Tanggapan Anda?

Sebagaimana telah diprediksikan sebelumnya, kebijakan tax amnesty akan membawa angin segar dan suntikan darah baru terhadap pertumbuhan sektor properti, terutama setelah menteri keuangan menyetujui investasi di sektor properti/real estate sebagai salah satu instrumen investasi bagi dana repatriasi tax amnesty.

Pages: 1 2 3 4

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *