Bowsprit Asset Management: Menunggu Kesuksesan Pelopor DIRE

Dengan dividen yield sebesar 8,75%, Dana Investasti Real Estate (DIRE) yang ditawarkan Bowsprit anak usaha PT Lippo Karawaci Tbkbegitu menggiurkan. Kini mereka tinggal menunggu ketuk palu ‘diskon pajak’ yang diberikan pemerintah. Kesuksesan Lippo Group ini pun sedang dinanti-nanti pengembang besar lainnya.

Oleh: Richardus Setia Gunawan

Property-In.co – Di tengah riuhnya pembahasan mengenai tax amnesty, DIRE juga menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan. Terlebih ketika pemerintah memangkas tarif pajaknya agar bisa bersaing dengan negara-negara tetangga. Pajak penghasilan (PPh) final dalam pengalihan aset ke DIRE sekarang hanya 0,5% dari sebelumnya 5%. Tarif bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) untuk DIRE pun diturunkan menjadi 1% dari semula 5%.

Mortgage Interest Deduction

Keputusan pemerintah ini dinilai tepat karena pajak DIRE yang hanya 1,5% tentu lebih rendah ketimbang negara tetangga seperti Singapura yang pajaknya mencapai 3%. Ini juga menjadi peluang dalam menjaring investor masuk ke investasi DIRE. Namun, Lippo Group, sebagai salah satu pelopor DIRE di Indonesia, kini masih menunggu realisasi insentif pajak dari pemerintah. Ketika sudah benar-benar diterapkan, barulah DIRE mulai berjalan.

Ya, Lippo dapat dikatakan sebagai pengembang pertama yang meluncurkan DIRE di Indonesia. Mereka sudah terlebih dahulu menanam investasi DIRE di Singapura (yang dinamakan REIT atau Real Estate Investment Trust).

“Ada mal dan juga Rumah Sakit Siloam yang sudah jalan di Singapura. Nilainya kini sudah mencapai Rp32 triliun,” ungkap Angi Lim, Presiden Direktur Bowsprit Asset Management kepada Property-In.

DIRE merupakan sarana investasi yang memungkinkan penghimpunan dana dari masyarakat pemodal dalam bentuk kontrak investasi kolektif (KIK), yang dikelola oleh sebuah perusahaan investasi untuk diinvestasikan pada aset-aset properti yang sudah menghasilkan pendapatan sewa. Misalnya pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel, gudang, dan rumah sakit.

Sebagai perusahaan visioner dengan aset bejibun, Lippo paham betul bahwa DIRE bisa  menjadi ladang cuan baru yang dapat memancing para investor. Apalagi mereka melihat bahwa pasar potensial DIRE begitu besar. ”Kini ada BPJS, asuransi dan Taspen. Dana pensiun kalau kita hitung potential market-nya ada 1.000 triliun. Jadi kita anggap jika ada Rp1.000 triliun, 10% bisa dialokasikan di DIRE. Ini berarti potential market DIRE ada Rp100 triliun,” papar Angi.

Untuk itu, Browsprit mengemas DIRE dengan packaging yang ciamik. Angi menuturkan, mereka akan memberikan dividen yield  lebih besar dari bunga deposito. “Kami net-nya 8,75% per tahun. Itu belum termasuk capital gain. Ini tentu lebih besar dari bunga deposito,” ungkap Angi di Kantor Berita Satu, Gatot Subroto, Jakarta.

Lebih lanjut, ia mencontohkan jika kenaikan harga properti 5% per tahun, maka jumlah total yield-nya akan lebih lebih besar. Angka totalnya mencapai 13,75% per tahun. “Kemarin kami bicara dengan IPW (Indonesia Property Watch) bahwa perkiraan kenaikan office bisa mencapai 10%. Itu berarti yield-nya bisa mencapai 18,75% per tahun. Cuma kami tak mau muluk-muluk dulu,” jelas Angi yang tak ingin sesumbar.

Beragam Keunggulan DIRE

Selain tingginya dividen yield, DIRE juga digadang-gadang akan digandrungi para investor karena berbagai keunggulannya. Ragam keunggulan DIRE itu pun dijelaskan Angi secara logis. Dari segi capital gain, misalnya. Bila investor membeli properti dengan DP (uang muka) 30% , tentu membutuhkan waktu untuk mengembalikan DP 30% tersebut. Namun dengan melepasnya ke DIRE, investor langsung mendapat capital gain.

Kedua, DIRE mengasuransi semua properti yang ditawarkan. Jadi, jika terjadi kebakaran atau gempa, para investor tak perlu repot-repot lagi mengeluarkan biaya renovasi. Bahkan, investor tidak perlu pusing memikirkan pajak karena sudah otomatis diurus oleh DIRE.

Ketiga adalah investasinya terjangkau. Tentu ini sangat menarik. Bukan hanya investor kelas kakap, investor yang memiliki dana ‘cukupan’ pun bisa bergabung dengan DIRE. “Jika asumsi harga 1 unit penyertaan Rp100 dan dalam 1 lot  itu ada 100 unit pernyertaan (UP), maka dengan Rp10.000 (100 x Rp100), orang sudah bisa investasi DIRE,” jelas Angi.

Keempat tentunya lebih liquid. Angi menjelaskan bahwa DIRE tercatat di bursa saham. Jadi para investor dapat menjual asetnya kapan saja selama jam perdagangan bursa. “Kalau kita membeli properti, kadang bisa dua atau tiga bulan baru laku. Di DIRE,  jika butuh uang bisa langsung dijual di bursa saham,” ujar Angi.

Menanti dan Dinanti

Realisasi PPh final dan BPHTB tentu masih menjadi kendala ‘lari kencangnya’ DIRE. Ditengarai, banyak Pemda (pemerintah daerah) yang tidak setuju dengan penurunan tarif BPHTB untuk DIRE karena dianggap akan mengurangi pendapatan daerah mereka. Padahal, menurut Angi, justru penurunan pajak dapat lebih menguntungkan Pemda.

“Banyak benefit yang akan didapat pemerintah daerah. Dengan kami membangun di daerah yang tidak berkembang, maka tentunya daerah itu akan berkembang dan PPh-nya akan naik. Lapangan kerja pun akan naik dan industri seperti paku semen dan keramik juga akan berkembang,” paparnya.

Selain itu, imbuh Angi, dengan belum sahnya peraturan mengenai BPHTB, tentu akan merugikan pemerintah itu sendiri. “Sekarang kalau peraturan itu belum dibuat, kami juga belum jalan. Berarti pemerintah tidak mendapat pemasukan. Coba kalau pemerintah sudah mengesahkan, kami pasti jalan dan pemerintah akan mendapat pemasukan dari 1% itu.”

Tidak hanya menanti, Angi juga yakin bahwa pergerakan Lippo ini kini sedang ditunggu oleh pengembang-pengembang lainnya. “Saat ini kesuksesan DIRE kami sedang dinanti-nanti pengembang lain seperti Ciputra Group dan Agung Podomoro land.”

Karena itu, Angi berharap pemerintah segera merealisasikan peraturan pajak yang baru. “Begitu kita terbit nanti, akan diikuti pemain lain seperti Ciputra dan Agung Podomoro. Nantinya, market juga akan tercipta dan produk DIRE ini akan semakin dikenal,” pungkas Angi. □

 

Simulasi Capital Gain DIRE

Untuk DIRE satuannya adalah unit penyertaan. Jika minimal investor harus berinvestasi 1 lot, maka 1 lot = 100 unit pernyertaan.
Misalnya, harga DIRE dari Rp100/unit pernyertaan, kemudian naik menjadi Rp200/unit penyertaan, maka dapat dikatakan investor sudah untung 100%.
Nominal investasi awal= Rp100 x 1 lot (100 unit penyertaan) = Rp10.000 per lot.
Naik menjadi = Rp200 x 1 lot (100 unit penyertaan) = Rp20.000 per lot.
Rp20.000-Rp10.000 =Rp10.000 per lot (untung 100%).

 Simulasi Yield DIRE

Jika dividen yield 8,75%, maka 8,75% x Rp100 (harga DIRE) = Rp8,75
Dengan investasi di harga Rp100, maka yield-nya Rp8,75 per unit pernyertaan
Karena investor minimal harus membeli 1 lot= 100 unit pernyertaan, maka yield-nya adalah Rp8,75 x 100 unit pernyertaan = Rp875
Jadi, dengan investasi sebesar Rp10.000, maka dividen yield yang dibagikan Rp875. 

5 ASET LIPPO YANG IKUT DIRE

  1. Gedung Berita Satu Gatot Subroto
  2. Gedung Life Tower Kuningan
  3. Menara Matahari Karawaci
  4. Menara Asia Karawaci
  5. DC (Distribution Center) Bala Raja

Total investasi 5 Aset = Rp2,337 triliun

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *