Prospek Cerah di Cibubur-Cileungsi

Bermodal lahan 1.050 hektar, kawasan super besar ini memiliki masa depan gemilang. Indikasinya, gain tinggi dan pembangunan infrastruktur yang terus berjalan.

Property-In.co – Mendengar kata Cibubur-Cileungsi mungkin dahi orang akan berkerut. Tidak dapat dinafikkan daerah ini memiliki lalu lintas yang padat. Setiap senja, antrean panjang kendaraan sudah terlihat di Tol Jagorawi, terutama ke arah pintu tol keluar Cibubur.

Belum lagi antrean kendaraan yang merayap sepanjang Jalan Alternatif Cibubur. Apa boleh dikata, permintaan terhadap hunian yang terus meningkat membuat daerah-daerah pinggir Jakarta ini kian sesak. Alasan ini pula yang mungkin membuat orang enggan bepergian ke sana.

Namun di tengah realita yang ada, Harvest City—kota mandiri yang akses utamanya terletak di Jalan Transyogi Km 1,5 Cileungsi—tidak ingin terkungkung dalam kondisi tersebut. Sejak digagas pada 2008, kawasan ini tetap memandang optimistis proyek garapannya.

Menilik ke belakang, Harvest City yang dikembangkan oleh konsorsium tiga developer (Suryamas Group, Duta Putera Land, dan Kalindo Land) memang memiliki visi ke depan.

Hal ini dapat dilihat dari pemilihan nama ‘harvest’ yang berarti menuai, memanen, dan memetik hasil tanam yang identik dengan kemakmuran. Diharapkan, penduduk Harvest City nantinya dapat menikmati kawasan perkotaan yang memberikan kesuksesan dan kemakmuran.

Harvest-City-AksesModal mereka tentunya lahan seluas 1.050 hektar, lahan sebesar itu kini sudah sulit ditemukan di proyek-proyek perumahan di kawasan Jabotabek. Lokasinya menghubungkan kawasan ‘segitiga emas’ yakni Cibubur, Bekasi, dan Cikarang.

Area tersebut juga masuk ke dua wilayah daerah tingkat dua: Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor. Untuk wilayah Kabupetan Bekasi, izin lokasi seluas 200 ha dipegang oleh PT Dwikarya Langgengsukses; sedangkan Kabupaten Bogor seluas 850 ha dimiliki oleh PT Dwigunatama Rintisprima.

Kolaborasi ini ternyata sukses mencetak angka penjualan yang bagus. Landed house perdana mereka bernama Bromelia langsung sold out hanya dalam waktu 2 hari. Saat itu, tipe yang mereka tawarkan adalah unit dengan luas bangunan 22 m² dan luas tanah 66 m² (22/60) seharga Rp60 juta.

Melihat respons yang baik itu, Harvest City pun mulai gencar membangun klaster lainnya. Terhitung sejak 2008 , sudah 29 klaster yang telah mereka telurkan. “Dari total 6.500 unit, saat ini sekitar 5.000-an unit sudah serah terima,” kata Agung Novianto, Sales Manager Harvest City.

Menurut Agung, timnya sadar betul bahwa akses menuju Harvest City masih jauh dari sempurna. Namun, imbuhnya, ada 3 tol terdekat untuk mengakses Harvest City. Pertama tentunya pintu tol Cibubur-Jagorawi; kedua, MM2100-Cibitung; dan ketiga, pintu Tol Cimanggis-Cibitung yang nantinya akan menjadi akses terdekat ke Harvest City.

Pintu tol MM2100 merupakah salah satu akses yang dekat, tapi lantaran jalanan masih sempit dan belum ramai, maka jalur ini masih jarang dilalui. “Nantinya kami akan membangun infrastruktur ke arah sana,” tegasnya.

Saat ini, pintu tol Cimanggis-Cibitung sedang memasuki tahap ground breaking dan akan selesai dalam beberapa tahun mendatang. “Kalau sudah jadi, maka kawasan ini akan booming seperti BSD dan Alam Sutera,” tandas Agung.

Harvest-BoxDari Harvest Box Hingga Shuttle Bus
Sebagai kota mandiri, tentunya Harvest City paham betul pentingnya fasilitas guna memenuhi kebutuhan penghuninya.

Oleh sebab itu, beragam fasilitas sudah mereka bangun seperti sarana pendidikan, perbelanjaan, hiburan dan transportasi.

Dalam hal fasilitas pendidikan, mereka berhasil mengundang lembaga pendidikan Santo Yoseph dan Ibnu Sina Islamic School.

Masing-masing sekolah ini memiliki luas lahan 4.000 m² dengan bangunan 4 lantai.

Tak lupa fasilitas-fasilitas penunjang lainnya antara lain Festival Oriental, yakni tempat wisata belanja yang bernuansa oriental (Tionghoa dan Korea) dengan desain bangunan yang unik dan menarik.

Ada pula Harvest Box yang akan menjadi pusat lifestyle dan tempat hang-out andalan warga di sana. Terakhir, sebuah hipermarket yang akan segera bergabung.

Pada 2010, Harvest City membangun Water Joy sebagai wahana bermain air. Tersedia pula Harvest Walk, yaitu taman air dengan danau buatan yang dapat diakses gratis oleh para penghuni.

Demi memudahkan transportasi penghuni, pengembang juga menyiapkan shuttle bus dengan jurusan Blok M dan Tanjung Priok. ”Untuk keluar dan menuju kawasan Harvest City, saat ini penghuni dapat menikmati layanan bus kami secara gratis,” jelas Agung.

Harvest-City-klaster-rosaline
Harvest City-Klaster Rosaline

Rosemary, Rosaline dan Sakura
Saat ini, sedang ada tiga klaster baru yang tengah dipasarkan Harvest City.

Untuk kelas menengah tersedia klaster Rosemary dan Rosaline, sedangkan kalster Sakura ditujukan untuk kelas menengah-bawah. Semuanya berjumlah 300 unit di masing-masing klaster.

Klaster Rosemary sudah memilik spesifikasi medium antara lain batu bata merah, atap baja ringan dan kusen alumunium.

Harganya pun dimulai dari angka Rp300 juta. Ada 3 tipe yang ditawarkan dengan luas tanah 78-120 m². Klaster Rosaline pun tidak jauh berbeda.

Dengan harga di kisaran Rp350 juta, klaster ini pun menawarkan 3 tipe dengan luas tanah 100-120 m². Saat ini, penjualan klaster Rosemary yang dimulai sejak 2014 sudah mencapai angka 80% sedangkan Rosaline yang baru saja diluncurkan sudah terjual 50%.

Penjualan yang drastis justru datang dari Klaster Sakura. Dengan kisaran harga yang dimulai dari Rp200 juta, tipe ini laris diserbu pembeli. Saat ini, unit klaster Sakura hanya tersisa sekitar 30%. Ada 3 tipe yang ditawarkan, luas tanahnya 60-78 m².

Harvest City pun memudahkan konsumen untuk membayar cicilan. Agung menjelaskan, “Kalau misalnya DP Rp9 juta, maka cicilan DP dapat diangsur selama 3 bulan yakni Rp3 juta per bulan. Dengan DP sebesar itu, penghuni sudah mendapatkan free BPHTB, subsidi KPR dan langsung dapat tinggal di real estate.”

Gain 50% Lebih Per Tahun
Melihat fasilitas dan infrastruktur yang sedang dan sudah dibangun, maka tak salah bahwa investasi di Harvest City sangat menggiurkan. Agung menyimulasikan gain yang di dapat investor di Harvest City.
Menurut Agung, kenaikan gain setiap tahunnya bisa mencapai 50% lebih. Agung pun memberi contoh klaster Bromelia. Pada 2008, unit di klaster itu berharga Rp60 juta.

Saat ini, harganya sudah mencapai Rp250 juta. Contoh lainnya, klaster Orchid. ”Pada 2014 harganya berada di kisaran Rp150 juta, saat ini sudah mencapai Rp 250 juta. Ini berarti kenaikan gain mencapai 50% lebih dalam waktu setahun.”

Harvest City pun tampaknya sudah tidak sabar menunggu selesainya pintu tol Cimanggis-Cibitung. “Kalau akses terdekat ini sudah jadi, bisa jadi gain-nya bisa mencapai 100% lebih setiap tahunnya,” pungkas Agung mengakhiri pembicaraan. – Richardus Setia Gunawan

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *