Memberikan Experience Mendekati Kesempurnaan

Property-In.co – Sebagai pengembang besar, Pakuwon Jati berhasil membangun prototype sempurna untuk kawasan berkonsep superblock. Dari Tunjungan City di Surabaya, Gandaria City di area premium Jakarta sampai Kota Kasablanka yang menawarkan sensasi dan suasana penuh warna.

Kiprah Pakuwon Jati Tbk sebagai pengembang di Indonesia patut diperhitungkan. Dengan mengedepankan aktualisasi konsep dan fasilitas di setiap proyek besutannya, developer “penguasa” Surabaya ini tampak tidak begitu terganggu dengan kondisi labilnya perekonomian.

“Yang menjadi kekuatan Pakuwon adalah selalu melakukan pendekatan-pendekatan experience terbaik kepada masyarakat,” kata Stefanus Ridwan, Presiden Direktur PT Elite Prima Hutama—anak perusahaan Pakuwon Group yang mengembang Kota Kasablanka.

Hal itu tercermin dari sejumlah garapan Pakuwon yang fasilitasnya memiliki kapasitas terbaik sehingga membuat konsumen merasa nyaman. Lebih rinci Stefanus mengatakan, developer yang baik adalah yang memberikan pemeliharaan tidak hanya terhadap fisik propertinya, tapi juga memelihara konsumen dengan memberikan pelayanan dan pengalaman berupa kemudahan akses serta fasilitas.

Berbekal kekuatan itulah, tambah Stefanus, bisnis properti Pakuwon tidak mengalami degradasi profit jorjoran seperti yang terjadi pada kebanyakan pengembang. Dalam situs perusahaan (www.pakuwon.com), selama Januari-Mei 2015, Pakuwon Jati Tbk tercatat menggaet keuntungan penjualan dari unit properti (marketing sales) sebesar Rp1,8 triliun. Angka tersebut setara 52,9% dari target penjualan hingga akhir tahun, yakni Rp3,4 triliun. Gandaria-Tower_Gandaria-City

“Sekitar 50% dari penjualan dito¬pang oleh penjualan high ¬rise dan kondominium, sedangkan sisanya oleh rumah tapak atau landed house,” ungkap Minarto Basuki, Direktur Keuangan Pakuwon di Jakarta dalam sebuah kesempatan kepada media.

Kekhawatiran akan tren penjualan properti yang melambat tidak terjadi pada Pakuwon. Mereka justru memiliki sentimen positif terhadap unit-unit propertinya.

Terlebih dengan adanya pemberlakuan pelonggaran aturan loan to value (LTV) serta kepemilikan asing, pihak manajemen yakin hal itu bakal menumbuhkan semangat investasi masyarakat pada properti terutama produk-produk Pakuwon.

Meski demikian, Minarto juga mengungkapkan bahwa dampak terhadap pen¬dapatan mungkin baru bisa dirasakan sepenuhnya tahun depan.

Ia menyebutkan selama kuartal I 2015, Pakuwon membukukan laba bersih sebesar Rp328,6 miliar atau turun 15,6% dibandingkan kuartal 1 ¬2014 yang mencapai Rp389,4 miliar.

Sementara itu, pendapatan bersih naik menjadi Rp1,16 tri¬liun—sedangkan pada periode sama tahun lalu hanya Rp825 miliar. Dalam laporan keuangan itu juga disebutkan, pengembang asal Surabaya ini membukukan laba bruto Rp686,7 miliar—naik dari posisi kuartal I ¬2014 yang Rp478 miliar.

Superblok Paling Lengkap
Produk-produk Pakuwon memang senantiasa menghadirkan diferensiasi yang unik dan menarik. Kota Kasablanka memiliki desain khas Timur Tengah, merujuk pada kekayaan desain ala kota Casablanca yang berada di Maroko.

Terdiri dari rencana pengembangan berupa apartemen, mal dan perkantoran, kawasan Kota Kasablanka terbilang lengkap untuk kehidupan modern masyarakat saat ini.

Stefanus membeberkan, konsep unik yang diandalkan Kota Kasablanka memang sengaja didesain untuk menjadi destinasi belanja terbaru masyarakat. Dalam pembangunan awalnya, dana yang terserap mencapai Rp2,3 triliun yang terdiri untuk pembangunan 2 apartemen, 2 office tower dan 1 mal.

Pengembangan selanjutnya diperkirakan rampung pada 2018. Superblok tersebut bakal menghabiskan lahan 14 hektar dan menjanjikan kesempurnaan dalam hidup. “Bagi Pakuwon, Kota Kasablanka adalah yang terbesar di Jakarta dibandingkan Gandaria City yang hanya memiliki luas lahan 8 hektar,” katanya.

Saat ini untuk area mal, lahan yang digunakan sebesar 15.000-20.000 m2 dan apartemen serta office tower memakai 3 hektar lahan. Dalam tiga tahun ke depan, sesuai dengan target pengembang, Kota Kasablanka akan menjadi kawasan superblok paling lengkap. Pernyataan Stefanus tersebut memang bukan sesumbar.

Sebagai new shopping and living destination, volume okupansi pengunjung dalam musim weekdays sekalipun mencapai 60.000 orang. Belum lagi jika pada momen weekend, kuantitasnya melonjak hingga 100.000 lebih pengunjung.Gandaria-City_in

Tingginya jumlah pengunjung disebabkan oleh keberadaan beragam tenant yang sudah mengisi penuh pos-pos ruang di Mal Kota Kasablanka sehingga mampu memenuhi hajat banyak konsumen yang menginginkan segalanya dengan mudah.

Penulis sendiri melakukan survei kecil terhadap 20 responden. Ketika ditanyakan apa yang ada di benak mereka jika mendengar kata ‘Kota Kasablanka’, 80% menjawab pusat mal dengan restoran (F&B) terlengkap di Jakarta; 15% mengatakan tempat hang out ternyaman; sisanya menyebutkan desain yang unik karena mozaik.

Stefanus pun menegaskan fakta tersebut. Saat ini open tenant di Kota Kasablanka sudah terisi dengan aneka merek F&B ternama yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Menariknya lagi, ketika pertama dirilis pada Juli 2012, tercatat 70% tenant sudah beroperasi. “Ini merupakan rekor tersendiri, begitu launch sudah 70% tenant telah buka. Bahkan di akhir tahun itu sudah sudah mencapai 90%!”

Sekalipun Kota Kasablanka dipadati dengan merek-merek terkenal dengan bintang 4 dan 5, namun pengelola juga memfasilitasi pedagang skala UKM atau rumahan dengan menyediakan lahan yang layak di area superblok itu.
“Kami memberikan space untuk mereka (pelaku UKM) agar Kota Kasablanka semakin ramai. Ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dari Hulu ke Hilir

Kesungguhan Pakuwon terhadap setiap properti yang dibangunnya memang layak diacungi jempol. Sebelum mulai membangun sebuah produk, Pakuwon memperhatikan terlebih dulu kondisi atau situasi jalan dan akses di sekitar proyek.

Persoalan itu menjadi begitu penting karena bakal mendukung kesiapan fasilitas yang akan disediakan oleh pengembang.

Stefanus mencontohkan, jika di sekitar proyek yang dibangun hanya terdapat perumahan biasa dan tidak terdapat fasilitas penunjang, maka ketika konsumen hendak membeli barang kebutuhan akan susah dan capek karena harus keluar area terlebih dahulu.

Pakuwon secara detail memberlakukan skema one stop facility di setiap proyeknya. Gandaria City, misalnya. Superblok seluas 8 hektar ini dihiasi dengan Mal Gandaria City berlabel bintang 5. Kemudian terdapat pula Gandaria 8 Office Tower, Gandaria Height Condominium dan Gandaria Hotel.

Proyek ini mengusung konsep pengembangan mixed-use terpadu di Jakarta Selatan. Ditambah dengan lokasi yang strategis, yakni terletak di daerah elit Kebayoran Lama mengarah ke Pondok Indah, superblok ini dengan cepat mendapat tempat di hati konsumen.

Terkait fasilitas yang ada, pengelola juga memberikan tenant terbaik seperti Metro Department Store, Lotte Mart, Informa Home Furnishing Ace Hardware, Eat & Eat foodcourt, Cinema XXI, Electronic Solution, Celebrity Fitness, pusat hiburan Amazone, toko buku Gramedia, Toys Kingdom serta lebih dari 400 toko-toko khusus.

Hampir setiap produk Pakuwon mengutamakan ketersediaan fasilitas yang lengkap dan memadai. Menurut Stefanus, konsep properti mereka adalah memberikan pengalaman dan mendekati kesempurnaan hidup bagi konsumen. Sebab, jika hanya hunian atau gedung perkantoran yang dibangun dalam satu wilayah tanpa fasilitas komersial yang baik, maka nilai investasi properti tersebut bakal tidak berkembang. “Sementara kalau di bawahnya misalkan ada mal, jika ada tamu mau ini-itu, tinggal ke bawah saja ‘kan selesai. Menurut saya ini penting,” bebernya.

Prioritas selanjutnya adalah soal service charge ke unit-unit yang ada. Pakuwon menerapkan standar tinggi dan maksimal guna menghadirkan kualitas layanan yang memuaskan konsumen. Kehati-hatian menjadi syarat utama agar konsumen merasa dihargai dan mendapatkan sesuai dengan apa yang sudah dikeluarkan.Kota-Kasablanka

Untuk urusan ini, Stefanus mewanti-wanti. Baginya, ini merupakan bagian substansial yang terkait dengan reputasi pengembang. Apakah pelayanan yang diberikan sesuai dengan konsep properti serta fasilitasnya atau tidak? Jadi, jangan seenaknya menerapkan charge tinggi tapi praktiknya tidak sesuai dengan peruntukannya.

“Yang terjadi sekarang ini, ada apartemennya kelas bawah namun service charge-nya tinggi. Kalau kita sangat hati-hati. Jika memang sudah mepet banget dan ujung-ujungnya bisa tekor banyak, baru kami naikkan,”urai penggemar fotografi ini.

Oleh sebab itu, pengembang sebijaknya tidak perlu mengambil keuntungan dari urusan ini. Lagipula, jika pengembang menarik profit dari service charge, nilainya terlalu kecil,. “Uangnya kecil buat perusahaan dan dampaknya juga tidak bagus. Kalau mau naik boleh tapi ada alasannya,” imbuhnya lagi.

Yang terpenting, bagaimana pengembang memberikan kualitas produk terbaik, fasilitas terlengkap serta pelayanan prima. Sejalan dengan misi dan visi Pakuwon yang selalu memberikan keyakinan 100% bahwa produknya menarik bagi peminat dan pengunjung. Pakuwon mengawali pembangunannya dengan melakukan survei kenapa konsumen harus membeli produk mereka. Jika tidak bisa menemukan alasannya, maka mereka tidak akan membangunnya.

Selain itu, bertanya dan evaluasi ke diri sendiri juga perlu dilakukan. Konsumen memilih produk-produk Pakuwon karena pengembang menyediakan apa yang pengembang lain tidak sediakan.

“Kita lihat Kota Kasablanka dalam satu gedung kita punya pendidikan buat anak-anak, orang dewasa. Di sana juga ada gym, bisa belajar badminton, basket dan berenang. Untuk makanan lengkap semua. Interiornya pun unik sehingga menimbulkan kesan yang berbeda dan menarik bagi konsumen,” papar Stefanus panjang lebar.

Konsep dari hulu ke hilir secara matang diterapkan di setiap produknya. Pengembangan ke depan yang dilakukan untuk Kota Kasablanka adalah pembangunan perkantoran dan apartemen. Saat ini sudah berdiri Eight 8 Office Tower dan Kota Kasablanka Retail Mall. Investasi yang ditanam tentunya bakal bertambah.

Diharapkan pada 2018, sisi sebelah mal sudah selesai semua. Sementara untuk lahan keseluruhan, Stefanus belum menentukan kapan bakal digarap karena tergantung pasar. “Kalau pasarnya butuh, ya kami langsung jalan,” katanya. – Aziz Fahmi Hidayat

Hampir Tiga Kali Lipat

Lokasi Kota Kasablanka yang berada di ‘jalur sutra’ dekat dengan Kuningan dan Sudirman membuat produk ini memiliki kemilau nilai investasi menggoda. Kenaikan yang terjadi bukan lagi kisaran puluhan atau ratusan juta, bahkan sudah mencapai angka miliaran. Dulu, ketika awal dirilis harga per unit Rp1,6-1,7 miliar. Sekarang angkanya menembus Rp4,7 miliar. “Untungnya tiga kali lipat, ya,” kata Stefanus.

Hampir setiap produk Pakuwon selalu laris manis. Reputasinya dalam memberikan properti terbaik di lokasi strategis dengan dukungan fasilitas dan pelayanan maksimal, menjadikan produk-produknya diminati konsumen. “Terlebih dengan skema keuntungan yang bakal didapatkan, jadi setiap kami bikin, ya [mereka] pasti ngikut dan beli lagi. Soalnya tidak pernah rugi,” imbuhnya.

Intinya, baik sebagai pilihan investasi maupun hunian, setiap produk Pakuwon menjadi pilihan yang sulit ditolak konsumen. “Biasanya kalau investasi di apartemen, begitu kita buka pertama sudah langsung ngambil. Semua pada berebut. Namun, saat ini lebih banyak [dibeli] pengguna karena semua kebutuhan nya ada. Sekolah anak dekat, kantornya juga dekat,” ujar Stefanus mengakhiri pembicaraan.