Paham Urusan Material Bangunan

Property-In.co – Meski dikerubungi pemain sejenis, Depo Bangunan tetap berdiri kokoh dengan mengandalkan standar produk-produk berkualitas serta memberikan pelayanan dengan hati kepada  konsumen.

Hangat dan tulus. Itulah suasana pertemuan redaksi Property-In dengan pimpinan dan manajemen Depo Bangunan yang dihadiri oleh Kam Kettin (president director) yang didampingi oleh Amanda G. Kettin (commercial director) dan J. Anton Eko I (general manager marketing). “Ini sih bukan wawancara namanya,” ujar Kam Kettin yang acap mengumbar tawa dan senyum di sela-sela obrolannya dengan kami.

Dalam pertemuan itu, Kam tampak begitu semangat bercerita tentang Depo Bangunan yang ia rintis dengan modal awal hanya 3.600 item produk. Pada 1996, setelah lama berkarier menjadi profesional dengan jabatan terakhir director marketing, Kam memutuskan untuk mendirikan Depo Bangunan pertama kali di daerah Kalimalang.

Tokonya terletak  di atas tanah seluas 3.000 m2 dengan investasi awal yang lumayan besar untuk ukuran tahun itu. “Berapa modalnya, Pak?”  – “Beberapa miliar,” jawabnya sambil tertawa tanpa merinci.

Idenya bermula dari permasalahan basic needs konsumen terhadap bahan bangunan berkualitas yang digunakan untuk membangun properti. Pengalaman Kam di dunia bahan bangunan selama puluhan tahun membuatnya paham betul seluk-beluk urusan material yang bagus dan cocok untuk konsumen Indonesia. Hal lain yang menjadi kekuatan dan sejak awal sudah diprioritaskan oleh Kam dalam membesarkan Depo Bangunan adalah komitmen berbentuk pelayanan prima. Depo-Bangunan_Inside

Pernyataan tersebut ditimpali oleh Amanda G. Kettin yang menjelaskan bahwa Depo Bangunan memiliki komitmen kepada konsumen untuk memberikan produk berkualitas tinggi yang dibagi dalam tiga kategori: good, better, dan best. Kemudian, juga memberikan pelayanan prima di gerai maupun purnajualnya.

Terkait pelayanan after sales, Amanda mengisahkan pengalaman pribadinya ketika membeli lampu di salah satu cabang Depo Bangunan, tapi ketika dipasang belum berapa lama lampu tersebut mati. Segera ia kembali ke toko tersebut dan meminta penjelasan dari pelayan toko. Setelah dicek, ternyata lampu yang dia beli masih bisa berfungsi dengan baik dan kesalahan terdapat pada sistem listrik di rumahnya.

“Pelayanan yang kami standarkan di sini harus bisa melayani konsumen dengan total, tulus, dan memuaskan,” kata wanita cantik ini. “Konsumen bakal merasakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan karena produk dan pelayanan kami.”

Berikutnya, lanjut Amanda, jaringan distribusi produk yang lengkap dari banyak produsen. Sampai saat ini total item yang masuk di 7 cabang Depo Bangunan sekitar 96.000 barang. Dalam waktu dekat akan segera dibuka cabang ke-8 di daerah Rungkut, Surabaya.

Tujuh cabang lainnya terletak di Kalimalang (Jakarta Timur), Alam Sutera (Tangerang), Bandung, Gedangan (Surabaya), Malang, Denpasar dan Bogor. Semua cabang itu dimiliki dan dikelola sendiri oleh mereka—tidak menggunakan skema franchise—di bawah bendera PT Caturkarda Depo Bangunan.

Baik Kam maupun Amanda sepakat, bisnis mereka tidak diwaralabakan lantaran agak sulit memenuhi standarisasinya—mengingat produk yang ada sangat banyak, baik volume maupun jenisnya. “Kalau bisnis makanan masih bisa dimitrakan, tapi tidak demikian dengan Depo Bangunan,” pungkas Kam.

Lengkap dan Harga Bersaing Depo-Bangunan_Inside2
Depo bangunan merupakan toko bahan bangunan berkonsep supermarket yang lengkap, nyaman, dan murah. Selain mengembangkan area pelayanannya dengan pembukaan cabang-cabang baru, perusahaan yang berkantor pusat di Serpong ini juga selalu menambah jumlah produk di seluruh gerainya.

Menurut J. Anton Eko, hal tersebut dilakukan demi memenuhi kebutuhan pelanggan. Ia melanjutkan, saat ini agar mempermudah pengenalan, produk bahan bangunan di sana dikelompokkan seperti: pelapis lantai (flooring) dan dinding, cat dan peralatan pengecatan (paints & sundries), sanitas dan pemipaan air bersih/kotor (sanitary & plumbing), kelistrikan (electrical),

Ada pula kelengkapan bangunan dan perekat (builders hardware & fastener), dan peralatan dan perlengkapan kerja pertukangan (tools), kelompok peralatan dan perlengkapan rumah tangga (housewares), peralatan dan kelengkapan dapur (kitchen centre) serta perangkat hobi, perlengkapan otomotif, kelengkapan dan peralatan berkembun dan taman (automotive, lawn & garden dan hobbies).

Untuk urusan produk, Depo Bangunan bisa dikatakan yang terlengkap karena menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumen. Bahkan yang menjadi sangat penting juga dalam memenuhi kebutuhan tersebut, di sana pengunjung dapat berhemat ketika berbelanja. Kam menggarisbawahi kata ‘hemat’ tersebut dengan pernyataan bahwa harga setiap produk di Depo Bangunan selalu sedikit di bawah harga rata-rata pasar pemain sejenis. “Harga produk di gerai kami harus di bawah harga rata-rata pasar. Misal di pasar harga rata-ratanya 20, maka di kami hanya 19,” papar pria murah senyum ini.

Makanya, tak heran jika di setiap gerai Depo Bangunan selalu ramai pengunjung dan pembeli karena di samping produknya yang lengkap dan terbagi atas tiga kategori tadi (good, better dan best), pembeli juga bakal mendapatkan harga relatif terjangkau.

Amanda menambahkan, kategori good biasanya untuk pembeli dengan bujet yang terjangkau. Better dengan klasifikasi produk lebih baik dan harga sedikit berbeda, sedangkan best untuk produk-produk premium dengan harga yang tinggi pula.Depo-Bangunan_Inside1

Saat ini tercatat ada 1.000 pemasok produk-produk bahan bangunan ke Depo Bangunan dan jumlahnya diyakini masih akan terus bertambah. Yang perlu diperhatikan, perusahaan-perusahaan supplier tersebut harus serius dan berkomitmen memberikan produk berkualitas.

Di tengah kondisi properti yang sedang kurang darah karena penjualan tersendat, Depo Bangunan justru mengalami hal sebaliknya. Kam mengakui selama kuartal pertama, penjualan mereka tidak terganggu sama sekali karena selalu membuat program-program promosi update.

Terbaru, tahun ini mereka mengeluarkan program undian berhadiah Rp7 miliar yang merupakan suksesor program undian sebelumnya. Program undian ini merupakan hasil kerja sama Depo Bangunan dengan para supplier loyal untuk pelanggan mereka.

Dengan adanya promo-promo menarik seperti itu Kam berharap akan ada kerja sama terus-menerus antara Depo Bangunan dan para pemasok serta tentunya memberikan kesempatan menarik bagi konsumen.

Kam mewanti-wanti kepada supplier agar terus menyiapkan bahan bangunan dengan kualitas good, better dan best sehingga konsumen dapat memilih produk sesuai kemampuan, keinginan dan selera. Dengan menjaga hubungan seperti ini, maka kerja sama yang baik antara Depo Bangunan, pemasok serta konsumen akan terjalin dengan ideal.

“Dan, yang paling penting dari semuanya, jangan pernah mengatakan hal bohong kepada konsumen dan supplier. Berikan pelayanan yang terbaik, tulus dan jujur agar mendapat trust dari mereka,” imbuh Kam. “Bagi saya, it’s wrong to tell a lie.” – Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *