Superblok di Jantung Kota

Property-in.co – Mixed-use development di Depok ini digadang-gadang menjadi ‘the next big things’ berkat kemudahan akses dan kompletnya fasilitas yang ditawarkan.

Berkunjung ke Kota Depok, Jawa Barat, saat ini cukup mudah. Terhitung sejak 2012 telah dibuka tol Cijago (Cinere-Jagorawi) seksi satu yang langsung menghubungkan tol Jagorawi ke Jalan Ir. H. Juanda, Depok.

Alhasil, perjalanan menuju kota petir ini pun menjadi lebih cepat. Dari pusat Kota Jakarta ke sana, misalnya, cuma memakan waktu kurang lebih 1 jam. Bahkan, dari Bogor hanya butuh 30 menit. Berkat adanya akses tersebut, Depok kini menjadi incaran empuk para developer dalam melebarkan sayap propertinya.

Peluang ini pun sudah lama ditunggu PT Menara Depok Asri, pengembang baru namun pemain lama—sebelumnya mereka memang telah menggarap Pesona Khayangan dengan membangun sekitar 2.000 rumah. Mereka cukup cerdik untuk menyisakan lahan sebesar 4 hektar guna proyek superblok bernama Pesona Square Depok.

“Sebenarnya kami sudah menggodok proyek ini sejak 2011. Namun saat itu baru apartemen yang ingin kami buat. Baru sekitar akhir 2014, kami kepikiran untuk membangun mal,” kata Muchsin Alatas, Direktur Marketing PT Menara Depok Asri saat ditemui awal bulan lalu.

Menurutnya, mal yang bagus saat ini di Depok hanya Margo City. “Kita bisa lihat setiap Sabtu dan Minggu, pengunjung Margo City sangat membeludak. Karena itu menurut saya sangat tepat kalau kita membangun mal tandingan.”

Muchsin pun tak menampik kalau Depok menjadi sangat macet karena adanya mal. Namun, tampaknya pengembang ini sudah memiliki cara sendiri untuk mengurai kemacetan.
“Sebelum IMB disahkan, polisi mensyaratkan untuk membuat Analisis Dampak Lingkungan Lalu Lintas atau Andalalin.

Nanti kami akan membuat cekungan di depan mal untuk pintu masuk,” ujarnya. “Kami juga akan membuat akses dari belakang yakni ke M. Yusuf. Nanti akan dibangun jembatan seperti di Kemang Village menuju Antasari. Jadi bagi yang tinggal di Depok II, mereka tidak perlu melewati Juanda untuk masuk ke Pesona Square.”

Rencananya, pengerjaan Mal Pesona Square ini akan menelan biaya Rp1,2 triliun. Pembangunan mal seluas 38.000 meter persegi ini akan digenjot setelah lebaran dan serah terimanya bakal dilakukan pada awal 2017. “Akhir 2014, mal sudah mulai kami pasarkan dan saat ini sudah laku 70%. Big tenant seperti Hypermarket, Rockstar Gym dan XXI sudah masuk. Nantinya juga akan ada Premiere dan setahu saya Premiere belum ada di Depok,” ujar Muchsin.

Mixed-Use Pertama di Pusat Kota Pesona-Square-Depok_Marrakech-Suites
Kalau melihat realita yang ada, bisa dibilang Pesona Square adalah kawasan pertama di pusat Kota Depok yang menerapkan konsep mixed-use development.

Sebab, selain mal, pengembang juga akan membangun apartemen Marrakech Suites dan perkantoran. “Office akan kami bangun paling akhir setelah kami memiliki market yang bagus, sedangkan pembangunan apartemen akan kami mulai pada pertengahan 2016,” kata Muchsin.

Apartemen Marrakech Suites dirancang setinggi 37 lantai dan memiliki 1.490 unit. Nantinya bangunan tersebut akan dibangun masif menyerupai huruf ‘H’. Ada tiga tipe unit yang dihadirkan: Studio (25,39 m²), 1 Bedroom (45,30 m²), dan 2 Bedroom (50,99 m²).

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp300 juta hingga Rp700 juta. Menara Depok Asri menargetkan serah terima unit pada akhir 2017 dan mencanangkan target pra-penjualan sebesar Rp2,4 triliun.

Ia menuturkan, penjualan apartemen sampai saat ini cukup baik. “Kami sudah memasarkan apartemen sejak November 2014. Setiap bulannya 20-30 unit terjual dan saat ini sudah terjual sekitar 200 unit.

Nanti setelah lebaran, ketika kantor marketing sudah jadi, kami akan launching besar-besaran. Paling tidak target 50 unit per bulan.”

Bukan cuma itu, pengembang rencananya juga akan membangun 4 menara apartemen di atas mal. “Nantinya kami akan membangun apartemen yang terintegrasi dengan mal. Tapi itu baru future development,” imbuh Muchsin.

Untuk fasilitas, tampaknya sarana di superblok Pesona Square Depok ini akan menjadi yang terdepan ketimbang pengembang lain di sekitarnya.

“Kami akan menghadirkan swimming pool di atas apartemen dan membuat fasilitas sentral. Nantinya lobby, cafe, gym, dan security 24 hours bakal ditempatkan mulai dari lantai 7 hingga lantai 12,” jelasnya.

Naik 20% Tiap Tahun
Menyinggung soal harga jual, Muchsin yakin nilainya bisa naik mencapai 20% per tahun. “Kalau kita lihat sekarang, tanah di area Juanda sudah berada di kisaran 7-8 juta (per m2). Kalau biasanya setiap tahun tanah naik 15%, maka dengan adanya mixed use ini saya optimistis kenaikan tanah dapat mencapai 20% per tahun.”

Namun ketika ditanya mengenai potensi sewa apartemen, ia beranggapan terlalu dini untuk menentukan besaran yield yang akan didapat. “Kalau sepengetahuan saya, besaran yield biasanya 7% dari harga jualnya. Namun melihat fasilitas kami yang lengkap dan adanya office dan mal, saya rasa angka yield-nya bisa jauh lebih dari itu.”

Muchsin menambahkan baik kenaikan harga dan tanah sewa tentunya akan semakin tinggi karena akan ada satu pintu tol baru yang dibangun di Jalan Juanda. “Saya belum tahu tepatnya di mana, tetapi rencananya akan ada akses tol tepat di Jalan Juanda,” pungkasnya. – Richardus Setia Gunawan

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *