Berkantor di Pesawat Ruang Angkasa

Property-In.co – Kantor untuk mercusuar ini sengaja didesain futuristik nan unik sehingga memudahkan kapal mengenali tujuannya. Di Jakarta Utara, tepatnya di bibir Pantai Marunda, terdapat sebuah bangunan unik mirip pesawat luar angkasa.

Kantor dengan luas bangunan 300 meter persegi ini dirancang oleh arsitek berpengalaman, Cosmas D. Gozali. Awalnya, bangunan tersebut memang difungsikan sebagai landmark agar kapal-kapal yang hendak berlabuh mudah mengenalinya.

“Perusahaan ini bergerak di bidang perkapalan, pasir dan batuan. Maka saya ingin bikin kantor dengan bentuk batu meteor bak pesawat ruang angkasa,” kata Cosmas kepada Property-In bulan lalu. Namun, realisasinya tidaklah mudah.

Cuaca yang panas dan kencangnya angin di Marunda membuat pengerjaan bangunan cukup sulit. Cosmas bercerita bahwa beberapa tahun lalu teknologi komputer belum secanggih saat ini. Karena itu ia dan timnya harus bekerja secara manual dalam mengonsep arsitektur bangunan.

“Untuk mendesain bagian atas bangunan, kami harus melakukan penelitian. Dari pagi sampai sore kami memperhatikan arah dan kekuatan angin. Kami juga memikirkan bagaimana menyiasati teriknya sinar matahari di sana,” ujar Cosmas ketika ditemui di kantornya yang terletak di Sinabung 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Ucapan Cosmas pun tidak main-main. Kalau kita tengok bagian atasnya, detail dan bentuk bangunan sangatlah rapi dan unik seperti meteor. “Kami benar-benar memperhatikan titik koordinat x,y, dan z-nya. Meleset sedikit maka akan fatal,” kata pria berkacamata ini.

Bagian atas kantor milik Karya Citra Nusantara (KCN) ini memang menjadi point of interest pada bangunan dua lantai tersebut. Fungsinya sebagai secondary skin yang menahan panas dan kencangnya angin di Marunda. “Bagian atas bangunan berfungsi sebagai penahan panas agar suhu di dalam ruangan lebih dingin sehingga mengefisienkan penggunaan AC,” kata Cosmas.

Ia menambahkan, pelapis fasad berbahan GRC (glassfiber reinforced cement) juga memayungi bagian bawah bangunan. “Di lantai satu kami sudah menggunakan banyak bukaan dan secondary skin ini semakin menambah efek sejuk karena menciptakan shadow pada bangunan di bawahnya.

”Untuk desain di dalam kantor, Cosmas mengaku lebih menerapkan tema yang simpel. “Konsep di dalam ruangan lebih simpel. Saya ingin menunjukkan bahwa desain yang bagus tidaklah mahal,” tegas arsitek yang telah berpengalaman selama 20 tahun ini.

Perkataannya pun sesuai realita di lapangan. Di lantai satu, foyer yang cukup sederhana hadir di depan pintu masuk. Agar memberi kesan unik, dinding foyer hadir dalam garis-garis vertikal dengan semen yang dicat putih.

Masuk ke bagian dalam, konsep open space digagas agar ruangan terkesan lebih luas. Dindingnya pun dibuat simpel tanpa cat agar eksposur semen tampil berkesan.

Agar cahaya berlimpah, arsitek mengaplikasikan kaca sandblast di area bukaan. Selain membuat terang, kaca ini juga memudahkan para pekerja untuk melihat kapal yang datang. Sangat simpel, bukan? Mungkin tak terasa kalau kita ternyata sedang berkantor di ‘pesawat ruang angkasa’. – Richardus Setia Gunawan