5 Konsep Perencanaan Superblok

Property-In.co – Setiap developer tentu ingin superblok yang dibesutnya bisa berkembang dan direspons positif oleh masyarakat. Terkait dengan itu, dalam blog miliknya, Ridwan Kamil—arsitek yang kini menjadi Walikota Bandung—menjelaskan 5 konsep utama yang harus dimiliki sejak perencanaan hingga menjadi sebuah produk yang siap dipasarkan.

1. Branding
Semakin banyaknya kompetitor menyebabkan kawasan superblok harus memiliki identitas tematik. Dalam hal ini, superblok Suntec City di Singapura dengan konsep business & trade, Ropponggi Hill di Tokyo yang bertema lifestyle, dan Cotai di Macau yang berkonsep entertainment bisa dijadikan contoh. Dengan branding kuat seperti itu, kawasan superblok akan memiliki positioning yang jelas dan berbeda dari kawasan-kawasan lainnya.

Suntec-City-Singapore
Suntec City

2. Mix of Uses 
Superblok yang mandiri juga mesti memiliki konsep tata guna lahan bersifat campuran (mixed-use), di mana fungsi hunian, publik, komersial dan rekreasi bisa hadir dalam satu kawasan.

Selain itu, peruntukan lantai dasar (ground floor) haruslah digunakan untuk kegiatan ritel atau fungsi publik yang transparan secara fisik untuk menjamin hadirnya aktivitas publik dari pagi hingga malam.

3. Massing Framework
Tata bangunan dalam superblok harus memiliki kepekaan terhadap konteks urban. Konsep streetwall, deretan bangunan yang lurus sejajar, sebaiknya dikombinasikan dengan penggunaan ruang di zona garis sempadan bangunan (GSB) sebagai jalur publik aktif.

Satu bangunan tertinggi/unik biasanya diperlukan sebagai landmark yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan lain yang tidak terlalu menonjol.

4. Efficient Vehicular Circulation
Konsep sirkulasi kendaraan mesti dirancang seefisien mungkin. Strategi terbaik adalah menyediakan transportasi publik internal yang terhubung dengan jaringan transportasi publik kota.

Konsep drop off untuk kendaraan dan parkir di lantai dasar depan gedung sebaiknya dikurangi. Di beberapa kota di Asia, konsep basement yang terkoneksi menjadi inovasi dalam konteks manajemen lalu lintas di kawasan superblok.

5. Mulit-layers Pedestrian Linkage
Superblok juga harus menjadi kawasan yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Karenanya, inovasi dalam konsep urban linkage dan air-rights untuk kepentingan pedestrian menjadi penting. Di beberapa kawasan superblok di Hong Kong, jalur pejalan kaki tidak hanya disediakan di lantai dasar, tapi juga di lantai dua yang menembus gedung-gedung di kawasan tersebut.