Keajaiban Dunia Lain di Bekasi

Property-In.co – Penguasa Kelapa Gading ini menyajikan ‘dunia lain’ di Bekasi melalui pesta-pesta tematik yang meriah dan menarik. Sebagai kota yang tengah berkembang, Bekasi kini tampak sangat antusias dengan wajah barunya yang semakin modern di hampir tiap jengkal wilayahnya.

Kondisi ini tentu kontras dengan Bekasi 10 tahun lalu—ketika itu jumlah developer yang masuk ke sana masih terhitung jari. Namun seiring berjalannya waktu, daerah di timur Jakarta ini berubah menjadi salah satu kekuatan properti nasional terbaru yang diyakini memiliki potensi terdahsyat.

Dalam lima tahun belakangan, proyek-proyek baru terus bermunculan mewarnai eksistensi kota seluas 210,5 km² ini dan semakin meneguhkan pesonanya. Kita bisa melihat bagaimana pengembang sekaliber Summarecon sukses membangun urban city di tengah kota.

Dengan segala kesiapan fasilitas terbaik, pengembang ini berturut-turut memanjakan masyarakat Bekasi mulai dari kehadiran jembatan KH Noer Ali—yang terbukti makin memudahkan faktor aksesibilitas kota—hingga berdirinya ‘si keajaiban’ itu, Summarecon Mal Bekasi.

Bak oasis di padang tandus, Summarecon Mal Bekasi (SMB) hadir membawa nuansa berbeda untuk Bekasi. Perhelatan-perhelatan akbar yang acap digelar di sana membuat nama Bekasi kini tidak lagi dipandang sebelah mata. SMB membuat Bekasi yang dulu jarang sekali tersentuh oleh hiburan berkelas, kini penuh dengan perhelatan akbar papan atas, salah satunya melalui The Downtown Walk Festival. summarecon-mal-bekasi-music

Festival musik tahunan yang digelar selama satu bulan itu kerap menyuguhkan penampilan musisi-musisi kenamaan Indonesia. Sebut saja rising star Raisa pernah diundang sebagai pengisi acaranya. Selain itu, sebagai penutup akhir tahun, mereka juga menggelar pesta musik besar yang bertajuk New Year Countdown.

Willy Effendy, GM Operation Summarecon Mal Bekasi, mengatakan perhelatan-perhelatan akbar itu mereka hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat Bekasi. Karena warga Bekasi yang kebanyakan bekerja di Jakarta sebetulnya juga memiliki gaya hidup dan kebutuhan nyaris serupa dengan orang-orang Jakarta.

“Dengan hadirnya SMB ini, warga Bekasi tidak perlu jauh-jauh lagi datang ke Jakarta untuk menikmati hiburan berkelas,” ujarnya kepada Property-In di kantornya di kawasan Bekasi, pertengahan Desember lalu.

Selain itu, lanjut Willy, festival-festival tersebut juga dihelat sebagai ajang promosi untuk menarik animo masyarakat Bekasi untuk berkunjung ke sana. Lokasinya yang terbilang tidak terlalu menguntungkan, jika dibandingkan dengan mal lain di wilayah Bekasi, memang mengharuskan mereka untuk melakukan promosi secara jorjoran.

“Lokasi kami paling jauh dari tol, dan tidak ada angkutan umum masuk ke sini. Jadi kami harus pakai ‘bom’ untuk memanggil pengunjung datang ke sini,” tuturnya.

Strategi promosi itu terbukti membuahkan hasil yang cukup siginifikan. Bahkan, sekarang SMB adalah mal teramai dan terpopuler di wilayah Bekasi. Saat weekend pengunjungnya mencapai … orang per hari. Ajaibnya, prestasi itu dapat diraih hanya dalam waktu yang relatif singkat, atau kurang dari tiga tahun sejak mal tersebut berdiri pada 2013.

Hasil survei SurveyOne dalam Top Property Award 2016 untuk kategori mal di wilayah Bekasi pun memperlihatkan hal itu. Skor indeks Summarecon Mall Bekasi (26,30) merupakan yang tertinggi. Indeks tersebut sekaligus meneguhkan SMB sebagai mal paling populer di Bekasi dalam penghargaan properti paling bergengsi di Indonesia.

Surga Kuliner
Keseriusan Summarecon dalam mengelola malnya memang tidak tanggung-tanggung. Pasalnya, selain event-event musik besar yang dihelat, mereka juga banyak menyajikan festival besar lain bertajuk kuliner dan hiburan rakyat.

Salah satu festival yang paling memikat adalah Pasar Senggol. Beragam kuliner yang sedang “in” dan menjadi favorit tersaji dalam acara tersebut. Permainan-permainan seperti tong setan, kicir-kicir, dan ombak banyu khas pasar malam dihadirkan sebagai hiburan renyah bagi pengunjung yang ingin menikmati kuliner di sana.

Tidak hanya itu, Festival Kuliner Bekasi yang menyajikan beragam kuliner khas Indonesia juga tidak luput diadakan. Beragam tema kedaerahan yang dikemas setiap tahun membuat festival ini selalu menjadi perayaan kuliner paling ditunggu di Bekasi hingga sekarang. summarecon-mal-bekasi_pasar-senggol

Willy menuturkan, festival-festival kuliner yang digelar oleh SMB merupakan wujud komitmen mereka untuk meningkatkan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap kuliner-kuliner khas lokal.

“Orientasinya bukan hanya bisnis. Tapi untuk meningkatkan taraf hidup bagi para pebisnis UKM (Usaha Kecil Menengah),” imbuhnya.

Karena itulah mereka selalu mengundang para UKM yang menjual makanan khas Indonesia untuk mengisi acara tersebut. Komitmen ini juga ditunjukkan dengan menghadirkan makanan khas Bekasi, yakni gabus pucung untuk menjadi salah satu tenant Bekasi Food City yang menjadi pusat kuliner di SMB. “Sekarang, SMB adalah satu-satunya mal di Bekasi yang menjual gabus pucung,” kata Willy.

Ia mengakui bahwa upaya mengajak para pelaku UKM berbisnis makanan khas lokal di SMB memang cukup ‘setengah mati’. Butuh waktu kurang lebih dua tahun untuk membujuk mereka hingga akhirnya mau berbisnis dan masuk sebagai tenant mereka. Semua itu dilakukan semata-mata untuk menjadikan SMB sebagai ‘surga kuliner’-nya Bekasi.

Summarecon Mall Bekasi saat ini memiliki dua ruang khusus untuk food & beverage. Pertama, Bekasi Food City yang terdiri dari 20 tenant counter, 47 tenant gerobakan, dan 3 unit restoran. Bekasi Food City memiliki lahan seluas 4.400 m2. Fasilitas seperti musholla serta area seating indoor dan outdoor yang mampu menampung 3.000 pengunjung lebih disediakan di sana.

Sementara area makan kedua diberi nama The Downtown Walk. Menurutnya, The Downtown Walk adalah sebuah konsep area makan terbuka atau alfresco dining di level two SMB. Beragam kuliner lokal dan internasional dihadirkan di sana. Life music dan Giant LED sebesar 11 x 8 meter diletakkan untuk menambah gaya kekinian di area tersebut.

Idola Baru Bekasi
Di sisi lain, pengelolaan mal terpopuler di Bekasi ini ternyata juga tidak melupakan konsep ramah lingkungan. Karena itu, kata Willy, mereka telah melarang semua food & bevarage tenant di SMB untuk menggunakan alat-alat berbahan stereofoam.

Selain itu, air limbah yang dihasilkan oleh mal ini juga diolah secara cermat dengan menggunakan sewage treatment plant (STP).

STP mengolah limbah air sehingga dapat dipakai kembali untuk kegiatan sehari-hari seperti menyiram tanaman atau penyiraman air di toilet. “Tapi tidak digunakan untuk konsumsi, karena khawatir masih berbahaya,” tuturnya kemudian. summarecon-mal-bekasi_kolam-koi

Tidak hanya itu, taman tropis di The Downtown Walk serta vertical garden seluas 1.000 m2 juga dibangun untuk mendukung konsep hijaunya.

Taman tropis tersebut dilengkapi dengan tiga kolam koi yang dapat dimanfaatkan pengunjung untuk bermain air atau memberi makan ikan.

Selain dapat mengurangi emisi karbon, taman tropis itu juga dimanfaatkan sebagai wahana rekreasi bagi keluarga yang berkunjung ke sana.

Tema ‘Your Family Mal’ yang diusung SMB berhasil membuatnya selalu ramai pengunjung setiap harinya. Bukan hanya penghuni di Summarecon Bekasi saja yang berkunjung, masyarakat Bekasi dan Jakarta pun kerap datang untuk menikmati fasilitas-fasilitas tersebut.

“Jadi, jika umumnya mal selalu identik dengan belanja, kami justru membuat SMB juga dapat dimanfaatkan sarana rekreasi keluarga,” tuturnya.

Alhasil, berkat strategi promosi dan konsep yang matang, mal dengan luas 80.000 m2 ini pun berhasil mencuri hati para tenant dan pengunjungnya.

Sekarang, tidak sedikit pula tenant yang rela antre demi mendapatkan ruang sewa di mal tersebut. Tingginya tingkat okupansi pengunjung di mal itu menjadi pemikat tersendiri bagi para tenant untuk mendapatkan ruang ritel di sana.

Bahkan, sekarang IMAX (teater terbesar di Indonesia) pun telah hadir dan menjadikan SMB satu-satunya mal di Jawa Barat yang memiliki teater terbesar di Indonesia itu. – Fajar Yusuf Rasdianto & Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *