Kemilau Investasi dari Cileungsi

Property-In.co – Metropolitan Land sukses mengangkat kawasan Cibubur-Cileungsi menjadi salah satu kawasan sunrise dengan menghadirkan Metland Transyogi  yang kaya akan fasilitas.

Reputasi Metropolitan Land (Metland) sebagai pengembang layak diacungi jempol. Beberapa kawasan yang sebelumnya dianggap kurang menarik berubah menjadi bernilai tinggi dan tumbuh berkembang. Sebut saja Bekasi, Tambun, dan Cibitung.

Sentuhan Metland di sana cukup terasa mengubah daerah-daerah yang semula dianggap “tidak ada apa-apanya” menjadi eksis. Pengembangan yang dilakukan oleh developer berwarna khas hijau tersebut memang terbilang komprehensif. Selain menyediakan hunian di beberapa proyeknya, mereka juga memberikan apa yang menjadi kebutuhan konsumen melalui properti komersial dan pusat hiburan.

Sentuhan tersebut juga terjadi dalam pengembangan Metland Transyogi. Proyek yang dikomandoi oleh Bambang Irianto selaku general manager ini secara bertahap merintis pembangunan dengan detail. Meski luas lahannya tidak masuk kategori kota mandiri karena hanya 120 hektar, mereka mampu memberikan fasilitas sekelas kota. Metland-Transyogi_orchidea

Menurut Bambang, sebuah kawasan bisa disebut kota jika memiliki kelengkapan fasilitas yang memenuhi kebutuhan bagi penghuninya. “Metland Transyogi lebih menguatkan diri dari sisi fasilitas yang tergolong cukup lengkap. Jadi bisa dibilang seperti kota mandiri.”

Pernyataan Bambang bisa terbukti jika kita melangkahkan kaki di area Metland Transyogi. Mulai dari gerbang masuk, penghuni bisa membeli apa saja terkait kebutuhan primer di pusat ritel Giant. Kemudian di sepanjang sisi kanan jalan terdapat ruko-ruko yang menyediakan aneka layanan jasa maupun produk.

Dilengkapi pula dengan fasilitas kesehatan, pendidikan, dan kantor pemerintahan yang bisa mewakili hajat administrasi masyaraka, yaitu kantor Kecamatan Cileungsi. “Selain ada kantor kecamatan, ada juga unit-unit pelayanan yang terkumpul di area ini,” ujarnya.

Fasilitas-fasilitas tersebut sengaja diberikan pengembang guna mengejar faktor kenyamanan bagi penghuni. Selain itu juga tentunya bisa menambah kemapanan tingkat profit dari sisi torehan capital gain maupun income yield—jika karakter konsumennya adalah investor.

Bambang mengaku setuju dengan pernyataan bahwa investasi landed lebih aman dan berumur panjang dibandingkan dengan instrumen investasi properti lainnya. “Saya meyakini bahwa tipe konsumen Indonesia masih menyukai tanah tapak dan investasi di landed bisa menjadi portofolio yang panjang dan aman,” paparnya.Metland-Transyogi_house

Fasilitas terbaru bagi penghuni adalah berdirinya Metropolitan Mall Cileungsi di atas lahan 2,4 hektar. Konsep yang ditawarkan di mal ini serupa dengan Metropolitan Mall Bekasi dan akan menjadi pusat hiburan konsumen sehingga makin menguatkan peran Metland Transyogi sebagai hunian dan ladang investasi.

“Kami telah berhasil membuat mal dan berjalan sukses. Contoh nyata adalah Metropolitan Mall Bekasi. Dulu ketika pertama dibangun tahun 94-an orang menganggapnya aneh. Namun sekarang malah menjadi icon Bekasi,” ujar penggiat hobi mountaineering ini.

Dari situ secara tegas Bambang menekankan bahwa Metland Transyogi  merupakan kawasan residensial prestisius yang dicanangkan menjadi central business district (CBD). Dengan luas lahan yang dimilikinya, kawasan ini akan mengintegrasikan  hunian, area bisnis, dan pemerintahan.

Fasilitas-fasilitas lengkap seperti pusat perbelanjaan ternama, pusat perkantoran, community center, sekolah, rumah sakit, sport club, dan Mall Metropolitan Cileungsi bakal menambah kenyamanan penghuni  dalam menunjang gaya hidup layaknya kota mandiri.

Diharapkan pula adanya ragam fasilitas yang memadai akan berimbas pada peningkatan keuntungan jika investor mengambil unit di Metland Transyogi . Keuntungan yang diharapkan, kata Bambang, bisa berlaku dalam waktu yang panjang terutama jika mengingat masih banyak yang akan dikembangkan di sana.Metland-Transyogi-_delonix

Sampai saat ini Metland Transyogi sudah membangun beberapa klaster yang semuanya merupakan unit-unit terbaik. Wujud keseriusan mereka makin diperkuat kembali dengan hadirnya klaster terbaru, Sherwood, yang bisa memicu pertumbuhan investasi di kawasan tersebut.

Kenaikan harga investasi di Metland Transyogi  sampai saat ini cukup menggiurkan. Bambang masih ingat, dua tahun lalu harga kontrak ruko di sana masih Rp12 juta per tahun.

Namun saat ini angkanya sudah mencapai Rp40-50 juta. Dari simulasi sederhana itu, ia menilai hal yang sama juga bakal terjadi untuk jenis properti lainnya. Misalnya rumah di klaster Sherwood yang dibanderol sekitar Rp600 juta per unit. Ke depan, jika semua  fasilitas sudah dibangun termasuk mal, kenaikannya bisa melesat.

“Logikanya, developer selalu berusaha menambah kenaikan tersebut dengan menyediakan fasilitas. Kalau itu semakin lengkap, potensi gain-nya sangat tinggi,” tandasnya.

Ia berani mengklaim kenaikannya sangat tinggi karena terjadi perubahan harga: semula  pada 2004 masih di bawah satu juta rupiah, kini sudah mencapai Rp5 juta per meter.

Metland Transyogi  pun akan terus menambah fasilitas sesuai dengan kebutuhan serta meningkatkan volume penghuni yang hingga kini tercatat sudah sebanyak 1.500 kepala keluarga (KK).

Dari 120 hektar yang dimiliki, baru 40% lahan yang terpakai. Artinya dveloper masih bisa terus menunjukkan komitmennya untuk membangun kawasan ini semakin maju dan berkembang. – Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts