Survey One – Mayoritas Memilih Iklan di Majalah

Insight Iklan Properti
Property-In.co – Semua orang mengamini bahwa investasi properti merupakan investasi yang aman dan sangat menguntungkan. Bayangkan, seseorang bisa meraih capital gain berlipat-lipat dalam waktu cukup singkat sehingga properti saat ini menjadi salah satu investasi primadona di Indonesia.

Data merupakan hasil survei online yang dilakukan oleh SurveyOne pada Maret 2015 terhadap 1.000 responden kelas menengah-atas (capable untuk membeli produk properti). Hasil survei ini tidak bermaksud merepresentasikan populasi secara keseluruhan, tetapi bisa dipakai sebagai indikasi/gambaran oleh para pelaku industri properti – SurveyOne
Hal ini pun diiringi pula dengan semakin gencarnya pebisnis properti—baik developer maupun marketer—memasarkan produk-produk properti. Banyak cara yang mereka tempuh, salah satunya melalui iklan (above the line).

Lantas, media apa yang paling disukai konsumen dalam melihat iklan properti? Berdasarkan hasil survei online dari SurveyOne, majalah khusus properti menempati peringkat teratas sebagai media yang paling disukai untuk iklan properti (dipilih oleh 25,6% responden).

Setelah itu,  24,4% responden memilih situs agen properti, dan menyusul kemudian televisi (17,8%). Dengan demikian, majalah khusus properti dan situs agen properti merupakan channel iklan yang patut lebih dipertimbangkan—ketimbang televisi dan media lainnya—dalam memasarkan produk properti.

Media yang Paling Disukai untuk Iklan Properti
 
Ada beberapa alasan yang dilontarkan responden dalam pemilihan media untuk iklan properti tersebut. Secara umum, mayoritas responden menjawab karena lebih banyak/variatif pilihan informasi propertinya dan lebih mudah aksesnya (masing-masing 34,4%).

Hal ini bisa dimaklumi karena sekarang sudah banyak majalah properti di Indonesia dan media-media tersebut bisa dengan mudah ditemukan di berbagai modern outlet. Begitu pula dengan situs-situs  properti yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja.

Alasan Utama Responden Memilih Media untuk Melihat Iklan Properti

Tentunya, sebelum memasang iklan, para developer dan marketer harus memahami informasi apa yang ingin diketahui oleh konsumen saat melihat suatu iklan properti. Dengan begitu, mereka dapat lebih menonjolkan informasi tersebut dalam iklan propertinya.

Hampir separuh responden (47,8%) mengatakan bahwa harga produk properti adalah informasi utama yang ingin mereka ketahui, disusul kemudian dengan informasi tentang letak dan lokasinya (35,6%). Kedua hal ini merupakan informasi yang sangat perlu dicantumkan dalam iklan properti.

Informasi yang Paling Ingin Diketahui di Suatu Iklan Properti

Masih terkait dengan bisnis ini, cukup menarik menyimak peran agen properti di mata konsumen. Sebanyak 63,3% responden menyatakan berminat membeli produk properti melalui agen properti; hanya 36,6% yang menyatakan tidak berminat.

Alasan responden memakai jasa agen properti adalah karena bisa  membantu mereka menganalisis dan memberikan rekomendasi (62,1%). Hal ini masuk akal, sebab para investor properti tentunya ingin mendapatkan produk yang mendatangkan keuntungan besar bagi mereka di kemudian hari. Agen properti yang kompeten memang sudah seharusnya membantu kliennya dalam hal tersebut.

Minat Membeli Produk Properti melalui Agen Properti

 

 

 

 

Alasan Mengapa Memilih Agen Properti untuk Membeli Produk Properti

Lalu, bagaimana dengan yang tidak berminat membeli properti melalui agen properti? Sebanyak 48,5% responden menyatakan bahwa jika mereka membeli melalui agen, harga produk itu bakal lebih tinggi dibandingkan jika mereka membelinya langsung ke penjual. Hal ini dapat menjadi catatan bagi para agen properti, yaitu bagaimana mengedukasi konsumen agar persepsi tersebut dapat ter-cover oleh keuntungan yang akan diperoleh para calon pembeli.

Alasan tidak Memilih Agen Properti dalam Pembelian Produk Properti

Boks
Data di atas merupakan hasil survei online yang dilakukan oleh SurveyOne pada Maret 2015 terhadap 1.000 responden kelas menengah-atas (capable untuk membeli produk properti).

Hasil survei ini tidak bermaksud merepresentasikan populasi secara keseluruhan, tetapi bisa dipakai sebagai indikasi/gambaran oleh para pelaku industri properti. Ivan Budiman

About The Author

Related posts