Genjot Pariwisata dengan Aladdin City

Property-In.co – Pengembangan mega proyek Aladdin City di Dubai telah disetujui oleh pemerintah Uni Emirat Arab (UEA). Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan pariwisata serta perekonomian dalam menyongsong ekonomi global pada 2020.

Meskipun biaya dan tanggal penyelesaiannya belum dirilis, Kota Aladdin ini bakal menggabungkan konsep hunian—baik perumahan dan gedung komersial—dengan tiga menara yang dihubungkan oleh jalan sepanjang 450 meter (difasilitasi dengan AC).

Proyek tersebut akan mencakup sebuah hotel 34 lantai, 25 lantai perkantoran dan 26 lantai ruang komersial serta dilengkapi dengan 900 tempat parkir. Menara telah dirancang menyerupai lampu ajaib emas yang terinspirasi oleh legenda Aladdin dan Sinbad si Pelaut.

Aladdin City diharapkan memulai pembangunan pada 2016 dan merupakan bagian dari visi pariwisata yang dirilis oleh Departemen Pariwisata dan Perdagangan Pemasaran UEA pada 2013.  Visinya bertujuan melipatgandakan jumlah pengunjung per tahun ke Dubai dan tiga kali lipat kontribusi tahunan pariwisata terhadap perekonomian pada 2020.

Meskipun rencana  terkesan  ambisius, namun tahun lalu UEA mencatat: selama lima tahun berturut-turut terdapat kenaikan jumlah pengunjung ke Dubai. Bahkan sepanjang 2012-2013, jumlah wisatawan naik 10,6%.  Australia merupakan negara kontributor wisatawan yang terbesar (39%), sejak 2013 setiap tahun 269.000 warganya pergi mengunjungi Dubai.

CEO Dubai Corporation for Pariwisata and Commerce Marketing (DTCM), Issam Kazim, mengatakan pendekatan baru untuk turis didasarkan pada penelitian kebutuhan bisnis dan liburan. “Wisatawan semakin mencari tujuan liburan yang menyediakan varian-varian berbeda dari kebanyakan tempat wisata, yang mampu memberikan luar biasa kepada mereka,” katanya.

Kazim juga menyatakan, pembangunan Aladdin City merupakan bagian dari inisiatif baru untuk menggeser persepsi Dubai dari kota yang harus dilihat menjadi kota yang memberikan pengalaman berkesan. aladin-city-in-dubai

Wakil Presiden Uni Emirat Arab, Shaikh Mohammad bin Rashid Al Maktoum, mengatakan kepada Khaleej Times bahwa dia percaya pada kemampuan Dubai dalam menghadirkan turis substansial, didukung dengan pelaksanaan dari berbagai macam proyek baru yang mewakili unsur-unsur Dubai sebagai kota impian.

“Kami harapkan selama di tahun-tahun yang akan datang pengumuman proyek bakal lebih banyak lagi.” Beberapa tempat wisata pilihan seperti kebun binatang dan sejumlah proyek ritel sudah tersedia di sana. Pemerintah juga senantiasa melakukan renovasi terus-menerus di daerah bersejarah seperti Al Shindaga dan Al Fahidi.

Menurut DCTM, proyek-proyek pariwisata baru akan mampu mendorong visi pariwisata Dubai 2020.  “Dubai telah memiliki sejumlah proyek wisata. Ke depannya, kami akan memiliki lebih banyak proyek, misalnya, beberapa theme park yang lebih besar,” ujar Helal Saeed Almarri, Direktur Jenderal DTCM. Proyek-proyek pariwisata itu antara lain Al Fahidi Market, Naif Souq, Dubai Frame, Dubai Safari Park, dan Crocodile Park.

Selain visi pariwisata, mereka juga mengusulkan agar pemerintah menambah 139 properti baru selama tiga tahun ke depan dengan menyediakan 84.534 kamar hotel dan 29.466 ruang apartemen untuk mengakomodasi pengunjung masa depan.

Lokasi proyek Aladdin City terletak di daerah bersejarah Dubai Creek—kawasan yang ditawarkan untuk menjadi situs warisan dunia UNESCO. Bentuk arsitektur proyek ini dimaksudkan untuk menyampaikan hubungan sejarah dan warisan Dubai serta menjadi pengingat dari cerita tradisional Aladdin dan Sinbad.

Direktur Kota Dubai, Hussain Nasser Lootah, mengatakan menara Aladdin City bertujuan untuk mewakili ikon legenda masa lalu dengan sentuhan kecantikan modern. “Simbol-simbol dari bentuk arsitektur bangunan proyek ini terinspirasi oleh legenda kuno dari abad ke-11, di mana kapal-kapal berlayar dari Dubai Creek ke pantai Afrika Timur, China dan India,” kata Lootah. Aziz Fahmi Hidayat/dari berbagai sumber

About The Author

Related posts