Siapa Ahlinya

Siapa Ahlinya, Saat Anda harus menggunakan tukang sapi atau tukang intan.

Property-In.co – Jika Anda pernah mendengar pepatah “Membeli sapi di tukang sapi, membeli intan di tukang intan” mungkin tidak sedikit orang yang menganggap pepatah ini aneh. Betapa tidak? Tentu saja kita akan membeli sapi di tukang sapi (tukang daging). Tak perlu dijelaskan.

Begitu juga kalau mau beli intan. Tentunya kita pergi ke tukang intan (toko permata). Namun justru di balik pepatah sederhana yang seolah sudah sangat jelas artinya ini terkandung makna yang sering kita lupakan.

Sebagai investor atau pemilik properti, coba Anda lihat: apakah Anda adalah juga seorang agen properti? Jika bukan, dan jika Anda investor properti atau pemilik satu-dua properti yang Anda sewakan atau jual, dan menyewakan dan berjualan properti bukan pekerjaan utama Anda, mengapa Anda tidak menyerahkan pekerjaan itu kepada seseorang yang memang ahlinya? Kembali ke pepatah di atas, sekarang Anda bisa mulai melihat maknanya, bukan?

Tentu di sini kata kuncinya adalah “ahli”-nya. Memang tak dapat disangkal bahwa tidak semua agen properti adalah “ahli”. Bahkan, kalau boleh mengutip kata-kata seorang kenalan saya: “95% agen properti itu tidak ada gunanya”. Sungguh kata-kata yang sangat keras.

Namun, dalam kepesimisan ujaran tersebut, ada suatu makna yang lebih dalam yang harus dijadikan refleksi bagi insan-insan yang berprofesi sebagai agen properti. Sudahkah agen properti Anda menjadi bagian dari 5% yang berguna?Agent-Property

Seorang agen properti yang  memahami pekerjaannya dengan baik harus memiliki beberapa hal dasar yang sangat penting. Bisnis properti lekat dengan masalah lokasi, sampai ada aturan yang menyatakan bahwa 3 rumus dasar keberhasilan dalam investasi properti adalah Lokasi, Lokasi dan Lokasi.

Oleh karena itu, seorang agen properti harus sangat menguasai lokasi dan area penjualannya. Dia harus tahu situasi pasar di areanya, kelebihan dan kelemahan suatu properti di areanya, dan paham kondisi sekitar: fasilitas-fasilitas, sekolah, rumah sakit, dan berbagai hal-hal terkait lingkungan.

Selain itu, ibarat anggur yang semakin tua semakin bagus, begitu pulalah agen properti. Tentunya seiring dengan bertambahnya pengalaman, seorang agen yang bagus akan memiliki wawasan luas yang terbentuk dari pengalamannya. Properti bukan bisnis yang mudah bagi agen properti.

Yang bertahan adalah mereka yang memang sudah teruji oleh waktu. Namun demikian, sejalan dengan ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, seorang agen properti yang mumpuni juga tidak boleh takabur, merasa sudah tahu semuanya. Anda akan segera bisa melihat jika ternyata Anda menemukan agen properti yang kelihatan tampil serba wah tapi ternyata minim pengetahuan.

Yang saya maksud dengan pengalaman atau jam terbang tidaklah melulu soal usia. Tidak sedikit agen properti yang masih sangat muda namun sudah sangat sukses. Mereka-mereka ini adalah agen properti yang benar-benar dengan sepenuh hatinya bekerja dan mencemplungkan dirinya dalam dunia properti. Mereka paham what’s hot, what’s not. Mereka sangat awas dengan situasi harga properti di suatu kawasan. Jaringan mereka luas. Mereka senantiasa menjalin hubungan dengan klien-klien mereka.

Trust but verify—percaya namun periksa kebenarannya. Anda sejogjanya percaya pada agen properti Anda. Namun, tentunya bukan berarti Anda menelan mentah-mentah semua ucapan agen tersebut. Ada kalanya, suatu masukan yang diberikan oleh agen Anda sudah usang atau kadaluwarsa.

Misalnya mengenai harga. Atau mengenai permintaan. Bisa jadi suatu daerah dulu merupakan daerah yang hot, tapi kemudian seiring berlalunya waktu, muncul saingan-saingan yang yang lebih kompetitif. Agen Anda yang sudah sangat nyaman di daerah tersebut ternyata tidak update dengan situasi baru. Tugas Anda adalah memeriksa sampai sejauh mana kebenaran yang disampaikan agen Anda.

Jika akhirnya Anda sudah menemukan si “agen properti 5%”, maka artinya dia adalah tukang sapi atau tukang intan Anda. Biarkan dia bekerja untuk Anda, dan biarkan diri Anda lebih santai dan tenang dengan tahu bahwa Anda sudah menemukan “ahli”-nya.
Anda punya masukan, atau mau berbagi pengalaman? Silakan sapa saya di [email protected] *Leo Ferdinand 

* Leo Ferdinand adalah Managing Director Premium House (www.premhouse.com), perusahaan real estate yang fokus menyewakan hunian bagi ekspatriat di Jakarta.

estate-agentTips Mengenali Agen Properti yang Baik
1.    Mudah dihubungi.
Anda mungkin heran bahwa banyak sekali agen properti yang fobia-dering telpon! Aneh tapi nyata, namun memang tidak sedikit insan yang mengaku berprofesi sebagai tenaga pemasaran tapi susah dihubungi.

Alasannya kadang-kadang “Sudah di luar jam kerja.” Hellooooo… Profesi agen properti, sayangnya, tidak mengenal jam kerja. Jika Anda sebagai kliennya saja susah menghubungi dia, apalagi calon-calon pembelinya. Belum lagi agen yang sering gonta-ganti nomor telepon. Inilah tanda-tanda awal yang sangat gampang dikenali.

2.    Ramah dan mendengarkan.
Jika kita dimaksudkan untuk lebih banyak bicara daripada mendengar, tidakkah kita semestinya memiliki dua mulut dan satu telinga? Agen yang baik akan mendengarkan Anda, mendengarkan keluhan ataupun masalah-masalah Anda. Bukan dengan sok tahu terus berbicara dan membual dengan segala pengalamannya dan keberhasilan-keberhasilannya.

3.    Tanggap.
Sibuk bisa jadi merupakan tanda sukses. Tapi kesuksesan tentunya diraih dengan memberikan yang terbaik kepada pelanggan. Memberikan yang terbaik kepada pelanggan adalah dengan memberikan perhatian. Apakah komunikasi Anda dengan agen Anda ditanggapi dengan lancar? E-mail Anda dibalas? Pesan teks atau pesan instan lainnya dibaca dan dibalas?

4.    Tepat waktu.
Punctuallity is the manner of kings. Demikian pepatah dari negeri seberang. Tepat waktu artinya menghargai orang lain. Menghargai bahwa semua orang punya kepentingan dan waktu semua orang juga berharga. Ini juga salah satu sikap seorang agen yang sangat gampang dikenali.

About The Author

Related posts