Kota Khayalan Penuh Sensasi

Property-In.co – Industri properti bisa menjadi penanda pesatnya pertumbuhan sebuah negara. Begitu pulalah dengan industri properti di kota Dubai yang mampu memberikan kontribusi besar dari sisi ekonomi kepada Uni Emirates Arab (UEA). Dubai sendiri bisa dibilang kota yang selalu dipenuhi ide-ide penuh sensasi di bidang properti.

Sebelumnya, kita tahu Dubai telah menciptakan gedung pencakar langit yang menjulang ke angkasa, Burj Khalifa. Kini, satu lagi sensasi mereka ciptakan dengan “ide-ide gila”, yakni membangun vila bawah air. Bagi Dubai, dalam membuat ide-ide kreatifnya (meskipun terlihat aneh, tapi tidak sembarangan), segala khayalan yang ada harus diwujudkan menjadi kenyataan. Termasuk ide membangun vila bawah air ini, yang diberi nama Jantung Eropa atau The Heart of Europe.

Vila bawah air yang berjarak  4 kilometer dari bibir pantai kota Dubai tersebut dirancang oleh Kleindienst Group. Desain bangunan terdiri dari tiga lantai dan lantai paling bawah sudah tentu akan berada di bawah air. Vila dengan tema struktur mengambang ini dijadwalkan dapat mulai beroperasi pada 2017.

Menurut Joseph Kleindienst, CEO Kleindienst Group, seperti dilansir  www.peluangproperti.com, vila bawah air ini dibangun dengan segala kemewahan dan kesempurnaan yang didapat dari hal-hal yang menarik dari desain Eropa. Hal itu sesuai dengan tujuan pembangunan The Heart of Europe, yakni untuk mewujudkan terciptanya pengalaman gaya hidup Eropa yang elegan.

Acara peluncuran vila bawah air  ini berlangsung di Menara Arenco, Dubai Media City awal bulan lalu. Dalam acara tersebut, proyek vila bawah air ini ditawarkan seharga 5 juta dirham atau sekitar Rp17,3 miliar per unit.

The-Heart-of-EuropeProperti Termahal
Menurut harian Arabian Business, industri properti yang sedang berkembang di Dubai saat ini adalah apartemen. Itu terlihat dari pembangunan apartemen baru yang semakin menjamur. Dari sekian banyak apartemen yang sedang dibangun, gedung tertinggi di dunia Burj Khalifa menjadi apartemen termahal, harganya di kisaran US$16,3 juta atau sekitar Rp206,5 miliar (kurs: Rp12.674/US$).

Dubai Marina dan Downtown Dubai merupakan dua kota yang memiliki  jumlah properti termahal di Dubai selama 12 tahun terakhir. Bayangkan, sebuah unit apartemen di The Address Downtown Hotel saja harganya sudah mencapai mencapai US$9,5 juta atau sekitar Rp120,4 miliar. Apartemen tersebut menempati posisi termahal kedua di Dubai.

Sedangkan apartemen termahal ketiga ditempati oleh Marina Residences 1, Palm Jumeirah, dengan harga mencapai US$7,8 juta atau sekitar Rp98,8 miliar per unit.
Jika menilik dari semakin maraknya proyek-proyek apartemen yang dibangun di Dubai maka dalam 12 tahun ke depan dapat di perkirakan pertumbuhan properti di Dubai akan semakin pesat. Tingkat kebutuhan masyarakat Dubai akan properti juga sangat meningkat, hal ini dikarenakan gaya hidup masyakat Dubai yang modern.

Harga Anjlok
Riset Jones Lang LaSale Middle East justru berkata lain. Harga properti perumahan di Dubai, Uni Emirat Arab, diprediksi bakal anjlok 10-25% pada 2015. Penurunan harga ini merupakan yang pertama sejak 2013. Tren negatif tersebut disebabkan berkurangnya permintaan hunian dari Eropa dan Rusia. “Harga jual bisa turun 25%,” ujar Craig Plumb, Head of Research JLL Middle East, seperti dikutip Kompas.com.

Dalam risetnya, JLL mengatakan, pengetatan kredit yang diberlakukan Bank Sentral Uni Emirat Arab ditengarai juga ikut berkontribusi terhadap penurunan harga jual. Kebijakan pembatasan kredit ini dipicu lonjakan harga properti yang mencapai 56% dalam dua tahun terakhir. Selain pembatasan kredit, pemerintah Dubai juga  menggandakan pajak atas transaksi properti lantaran kenaikan harga tersebut.

Menurut Plumb, melorotnya harga jual berdampak pada turunnya harga sewa jika 25.000 unit hunian ini telah selesai dibangun. Pemicunya antara lain ekonomi Eropa dan Rusia yang melambat akibat makin perkasanya dollar AS. Dalam enam bulan terakhir, euro merosot 16% terhadap dollar AS dolar.

Demikian halnya dengan rubel yang anjlok 48%. Bahkan, pada 13 Januari silam Departemen Tanah Dubai mengatakan penjualan properti perumahan di sana sempat turun 3,2% menjadi US$16,3 miliar. Sementara total penjualan properti, termasuk tanah dan properti komersial, turun 7,6% menjadi 218 miliar dirham. Caca Casriwan dari berbagai sumber

About The Author

Related posts