Harga Rumah Terus Naik

Di Sydney, harga rumah melonjak pada 2014 dan fenomena ini mungkin tidak akan segera berakhir.

Property-In.co – Ekonom senior Australia Dr. Andrew Wilson mengatakan bahwa ia percaya bahwa harga properti di Sydney, terutama rumah menengah, tetap stabil dan bahkan cenderung meningkat. Kenaikan tersebut diprediksi mencapai 7-10%. “Bahkan saya juga meyakini terjadi kenaikan harga untuk jenis properti berat (premium) tahun ini,” ujarnya.

Meskipun harga properti di sana terus naik, faktanya, properti di kota yang terkenal dengan Opera House-nya itu malah mengalami pertumbuhan hingga 18,1% pada 2014. Rinciannya, menurut pemaparan Wilson, tahun lalu harga satu rumah bisa mencapai Aus$5,6 juta.

Fenomena tersebut terjadi di seluruh Sydney di mana harga rumah telah meningkat rata-rata sebesar 4,1%. Akibatnya, para calon pembeli diharapkan memiliki kesiapan modal minimal Aus$ 873.786 per rumah dan Aus$967. 668 per apartemen di kantong mereka.

Masih menurut Wilson, angka-angka ini muncul karena mengikuti kenaikan harga rumah di Sydney sebesar 15%, yang sesungguhnya sudah terjadi sebelumnya. Dia merasa perlu mengonfirmasi hal tersebut kepada konsumen lantaran kondisi Australia sendiri berada dalam situasi kurang baik akibat perekonomian global.

Sementara itu, Peter Gordon dari Cobden and Hayson mengatakan adanya kenaikan harga rumah di Sydney dipicu oleh kurangnya pasokan. Akibatnya, orang tidak mempertimbangkan lebih dalam lagi ketika memutuskan membeli rumah, meskipun harga yang ditawarkan cukup tinggi. “Faktor supply yang kurang sementara demand tinggi, tak jarang membuat konsumen tidak mempedulikan harga rumah yang dibelinya,” tutur Peter.

Geliat kenaikan harga properti di Australia tidak hanya terjadi di sentral kota besar saja. Harga properti di kawasan suburb pun mengalami kenaikan rata-rata 7,8% yang pada akhirnya turut mengubah harga rumah menjadi kisaran di angka Aus$1.650.000.

Contohnya kawasan Pantai Utara Sydney tumbuh sebesar 9,7%; kawasan Northshore dan Selatan meningkat 13,1%, sementara Canterbury Bankstown naik 15,8 persen; dan harga rata-rata di kawasan Barat meningkat sebesar 18,1%. Daerah terbesar pertumbuhan terlihat di wilayah North-West di mana harga properti meningkat sebesar 21,8% dengan harga rumah rata-rata Aus$1.185.000.

grafik-Sydney_World-Office-YieldPusat Investasi Properti Global

Meskipun harga properti di Sydney terus-menerus naik, ternyata hal itu sama sekali tidak mengurangi minat investasi di sana. Data dari First National di Eastwood mengungkapkan, 65% penjualan di Sydney dan sekitarnya kebanyakan dibeli oleh investor dari Asia. Kemudian banyak juga dari kalangan ekspatriat yang bekerja di Australia.

Sebuah riset keluaran Savills mengatakan bahwa Sydney telah menjadi pusat minat investasi global bersama dengan San Francisco. Sydney dianggap menawarkan hasil investasi yang paling menarik di dunia.

Penelitian yang dilakukan oleh Savills Global menunjukkan bahwa Sydney memiliki keuntungan tertinggi untuk investasi perkantoran sebesar 6,62% (terbesar kedua setelah San Francisco di 6,97%) sehingga hal tersebut sangat menggoda kalangan investor internasional.

Kepala Riset Savills National, Tony Crabb, mengatakan bahwa rata-rata penyebaran hasil dari investasi di seluruh dunia antara 2-4%. Sementara Sydney berada sedikit di atas dari umumnya, yakni lebih dari 6%. “Ini hasil yang sangat menarik di dalam pertumbuhan yang rendah dan di saat iklim investasi inflasi yang rendah pula,” kata Crabb.

Dalam penelitian itu disebutkan juga minat investasi di Perth dan Brisbane lebih tinggi karena diimbangi dengan adanya kesempatan investasi pertambangan. Sedangkan Sydney dan Melbourne agak lebih rendah karena mereka berurusan dengan efek ketat dari pertumbuhan penduduk—kebanyakan penduduk lebih memilih menyewa daripada membeli.

Crabbs mengatakan, ke depan suku bunga global masih rendah dan diperkirakan bakal tetap rendah untuk beberapa waktu mendatang—dan pasar Australia tampak menarik pada skala global. ”Banyak dari penduduk dunia yang menabung untuk masa pensiun mereka dengan investasi di properti demi mengejar hasil yang menguntungkan. Ini, bila dikombinasikan dengan suku bunga rendah, diharapkan dapat menjaga tekanan pada pengembalian income di masa mendatang, “ katanya.

Penelitian yang dikeluarkan oleh Savills ini merupakan yang pertama kali dilakukan dengan merujuk pada membandingkan hasil pasar, akresi, risiko, profil pembeli serta harga di 43 kota yang mencakup seluruh Asia, Eropa, Amerika Serikat dan Australia.

Pasar Australia memang tengah menarik untuk investasi. Wilson juga berkomentar tentang pertumbuhan harga properti yang melonjak cukup fantastis. Kenaikannya bisa mencapai 20- 30% per tahunnya. “Rumah yang dibeli pada 2013 dan dijual setahun kemudian akan naik 17% dan tahun-tahun berikutnya bisa naik hingga 301%,” pungkasnya. Aziz Fahmi Hidayat dari berbagai sumber- theurbandeveloper.com