Masterpiece di Koridor Gatot Subroto

MANGKULUHUR CITY
Proyek prestisius bernilai 6 triliun rupiah ini berpotensi besar memberikan keuntungan signifikan bagi investor dan pengembangnya.

Property-In.co – Penduduk Jakarta pasti mengenal kawasan Gatot Subroto. Jika menilik konsep awalnya, kawasan ini sebenarnya merupakan bagian dari konsep pengembangan Segi Tiga Emas Jakarta yang mencakup kawasan Thamrin-Sudirman-Kuningan. Sayangnya, ketika properti booming, developer dan investor lebih fokus ke tiga kawasan tersebut. Padahal, Gatot Subroto tetaplah menjadi jalur utama kota Jakarta dan pusat bisnis yang tidak terpisahkan dari Segi Tiga Emas Jakarta.

Meski demikian, Gatot Subroto tetap saja menjadi “berlian” tersendiri bagi PT Kencana Graha Global (KG Global), induk usaha PT KG Optima. Malahan KG Global menjadikan koridor Gatot Subroto ini sebagai investasi menarik di masa mendatang dengan menghadirkan proyek terbarunya:Mangkuluhur City. Proyek ini dicanangkan menjadi masterpiece KG Global sekaligus mengembalikan citra Gatot Subroto Satu menjadi sebuah kawasan elit bisnis dan investasi di Jakarta.

Sebelumnya KG Global telah membangun beberapa proyek di Jakarta seperti The Peak Apartemen, The City Tower, TCC Batavia, Tamini Square, Emporium Pluit Mall, dan Senayan City. Ada pula proyek di Bali, yakni Six Sense Hotel & Resort; dan Capital Square di Surabaya. Proyek lain yang masih dalam tahapan perencanaan adalah  pembangunan dua proyek superblok di Jakarta.

Memang bukan hal mustahil bagi KG Global untuk mengembalikan pamor koridor Gatot Subroto. Luke Rowe, Senior Technical Adviser for Residential Project Marketing Jones Lang LaSalle Indonesia, turut percaya Gatot Subroto masih menjadi koridor yang mampu menawarkan investasi menarik. Bahkan, Luke memprediksi, koridor ini bisa menjadi incaran karena harga lahannya masih terhitung kompetitif, sekitar Rp35-45 juta per meter persegi. Sementara harga lahan di kawasan Thamrin, Sudirman, dan Kuningan sudah menyentuh level Rp60-100 juta per meter persegi.

“Dengan harga setinggi itu, dan kondisi pasar sedang melambat, menjadi kurang feasible membangun di kawasan-kawasan paling populer tersebut. Maka Gatot Subroto-pun bisa menjadi pilihan terbaik,” ujar Luke seperti dilansir Kompas.com. Mencermati kondisi aktual, saat ini di koridor Gatot Subroto terdapat tujuh proyek skala besar yang tengah dikembangkan. Dari ketujuh proyek tersebut, tiga di antaranya merupakan pengembangan multifungsi (mixed use development)—termasuk Mangkuluhur City. Mangkuluhur-City1

Mangkuluhur City yang dikembangkan PT Kencana Graha Optima menempati lahan seluas 4 hektar, terdiri atas 2 gedung apartemen, 1 gedung hotel, dan 2 gedung perkantoran. Proyek masterpiece KG Global ini menempati kawasan yang biasa disebut pusat bisnis (central business district/CBD) Gatot Subroto Satu, Jakarta.

Menurut Petter Hendrady, Direktur KG Optima, pembangunan proyek ini akan dibagi dalam dua tahap dan menelan investasi sebesar Rp6 triliun. “Pada tahap pertama akan dikembangkan 3 tower untuk premium office space, Regent Residences Apartment, dan Regent Hotel,” kata Petter. Tahap selanjutnya akan dikembangkan 2 menara lagi untuk perkantoran dan apartemen.

Pembangunan tahap awal diperkirakan menelan investasi sebesar Rp2 triliun. Pada tahap ini, gedung perkantoran akan dikembangkan terlebih dulu. Perkantoran dengan fasilitas grade-A tersebut terdiri dari 33 lantai dan menyajikan 55.000 office space.

Peter menyatakan keseluruhan ruang perkantoran tersebut akan dijual (strata title) dengan harga awal US$ 5.000 per meter persegi. Tower perkantoran ini sendiri ditargetkan dapat beroperasi pada akhir 2017. Sementara itu, untuk tower apartemen dan hotel yang dikembangkan bersamaan diprediksi juga bisa beroperasi pada akhir 2017.

KG Optima telah menggelar soft launching dua menara di Mangkuluhur City. Mereka mengklaim sudah berhasil melego 30% dari total unit apartemennya. Sementara total ruang perkantoran sudah terserap pasar 34%. “Tidak semuanya akan kami  jual dalam pre-sales, kami akan hold sebagian dan akan kembali dijual seiring berjalannya proyek,” kata Petter.

Selama ini, lanjutnya, mereka membidik segmen kelas atas. Harga apartemen saat prapenjualan berada di angka US$5.000 per meter persegi (m²) dan harga jual ruang kantor US$4.000 per m². Kini harga apartemennya telah naik menjadi US$ 6.000 per m²  dan perkantoran US$5.000 per m². Harapan Petter, harga masih bisa terkerek setelah proyek rampung. Dengan begitu, KG Optima berpotensi mengantongi pendapatan lebih besar. “Kapitalisasi kami bisa dobel dari investasi saat ini. Jadi total bisa Rp12 triliun,” katanya.

Regent-Residence-Jakarta
Ilustrasi . salah satu ruang Regent Jakarta dan Regent Residences

Gandeng Regent Hotels
KG Global dan Regent Hotels, salah satu pemimpin global dalam industri perhotelan berbintang lima, telah menandatangani perjanjian kerja sama operasional “Hotel & Residences Management Agreements”. Ini merupakan proyek pertama KG Global yang bekerja sama dengan Regent Hotels dalam membangun mahakarya properti dengan fasilitas kelas dunia, yaitu Regent Jakarta dan Regent Residences.

Hunian eksklusif ini akan menjadi bagian dari kawasan superblok Mangkuluhur City, kawasan strategis yang terletak di jantung Kota Jakarta.Proyek pembangunan kawasan Superblok Mangkuluhur City seluas kurang lebih 4 hektar ini terdiri dari 2 tower perkantoran (masing-masing 33 dan 55 lantai) yang akan siap dihuni pada akhir tahun 2017 dan 2018; 2 tower apartemen premium dan 1 hotel, di mana Regent Hotels akan menjadi bagian dari salah satu tower apartemen premium tersebut dan satu tower hotel.

Melengkapi kawasan superblok tersebut akan dibuka dua akses jalan baru di kawasan Mangkuluhur City selebar 15 meter di antara Plaza Semanggi dan Mangkuluhur City serta dari jalan Garnisun tembus ke jalan Akri–Gatot  Subroto.  President Director KG Global Harry Gunawan mengatakan, Regent Jakarta akan menjadi pilihan hunian eksklusif di Jakarta karena memiliki fasilitas dan layanan yang sangat lengkap dan berkelas premium.

“Regent Residences Jakarta merupakan salah satu konsep hunian eksklusif yang kami persiapkan secara matang, selaku pengembang yang sudah bergelut selama lebih dari 10 tahun,” kata Harry dalam rilisnya. Setiap proyek yang disajikan telah melalui analisis mendalam dan harus menjadi sebuah milestone. Untuk mewujudkan hal itu, perusahaan memilih operator yang juga memiliki visi dan misi sama dalam menciptakan sebuah masterpiece. Caca Casriwan

About The Author

Related posts