Brian Yaputra – Sosok Biasa, Karya Luar Biasa

Property-In.co -“Aziz, Aziz, wah sorry saya telat. Jalanan macet nih gara-gara banjir,” ujar Brian Yaputra  sedikit terengah-engah. Mungkin tadi ia berlari lantaran merasa tak enak dengan saya yang sudah menunggu hampir dua jam. “It’s okay, Pak,” jawab saya ringan.

Selasa pagi itu Jakarta memang diguyur hujan deras. Saking derasnya, sejumlah ruas jalanan di Ibukota tergenang banjir. Dampaknya berimbas pada kemacetan luar biasa. Namun, suasana berbeda langsung terasa ketika kami memasuki ruangan kerja pria kelahiran Semarang yang terletak di Jalan Biak, Jakarta Pusat, ini. Rangkaian hiasan kaca patri berbalut warna- warni seketika menggoda mata untuk menikmatinya. Saya  bergumam dalam hati, amazing.

“Inilah kaca patri,” kata Brian sembari tersenyum.

Kaca patri yang sempat mati suri kembali berjaya di tangan lelaki ramah ini. Buah karyanya terpampang di sejumlah tempat monumental. Dari masjid, gereja, istana kesultanan hingga Disneyland Hong Kong. Siapa yang menyangka jika sentuhan magis pada kaca patri di bangunan-bangunan tersebut adalah hasil kreasinya. “Saya pun sempat tidak yakin dengan apa yang sudah saya kerjakan ini,” tuturnya mulai bercerita.

Brian mengakui, ia hampir saja putus asa ketika pertama kali menjajal peruntungannya di bisnis kaca patri. Tanpa latar belakang yang memadai soal seni kaca, ia memulai segala sesuatunya murni dari proses trial and error berkali-kali. Terlebih di masa itu, tahun 1980-an, pamor kaca patri di Indonesia hampir tidak ada yang mengenali. Namun berkat ketekunan serta kesungguhan hati, perlahan-lahan Brian mulai menemukan ritme serta alur dalam mendesain kaca patri yang indah.

Tepat setahun kemudian, pada 1981 Brian akhirnya mendirikan Eztu Glass, sebuah bisnis yang benar-benar ia rintis sendiri. “Saya memulainya sendiri. Belajar sendiri, mencoba sendiri, dan mengembangkan sendiri pada awalnya,” kenang Brian.

Melihat potensi serta peluang bisnis ini cukup cerah, Brian akhirnya merekrut satu orang karyawan yang kemudian ia kirim ke luar negeri untuk belajar lebih mendalam soal seni pahat kaca ini. Alhasil, sekembalinya karyawan tersebut dari luar negeri, bisnis Eztu Glass langsung melejit hingga kini.

Namun, butuh kerja keras ketika Brian bertekad membesarkan bisnisnya tersebut. “Persoalan utamanya terletak pada bagaimana usaha saya mengenalkan serta mengangkat kembali reputasi kaca patri yang sejatinya sudah pernah berjaya pada masa penjajahan Belanda dulu,” ungkapnya.

Brian Yaputra, Eztu Glass - pic. Indonesia Tatler
Brian Yaputra, Eztu Glass – pic. Indonesia Tatler

Satu persatu kendala yang sempat menghadang bisnis Brian akhirnya hilang dengan sendirinya, seiring makin moncernya buah tangan bapak tiga anak ini. Proyek-proyek pesanan pun datang bertubi-tubi. Dari yang skala rumahan sampai mega proyek Disneyland ia kerjakan dengan hasil yang terbukti memuaskan. Perkembangan bisnisnya tak terbendung lagi, membawa Brian sebagai pemain bisnis kaca patri terkemuka dan menancapkan namanya sampai ke luar negeri.

Tetap Bersahaja
Sekalipun namanya sudah familiar bahkan hingga ke mancanegara, namun kesederhanaan dan sikap bersahaja tak lepas dari pribadi Brian. Bersahabat, murah senyum serta rendah hati melekat betul pada diri pria humoris ini. Sikapnya yang demikian tertambat pada siapa pun yang ditemui, tanpa terkecuali.

Karakter yang demikian tampaknya berpengaruh besar pada eksistensi bisnis Eztu Glass. Brian selalu menekankan dirinya sendiri untuk menghindari penipuan terhadap klien-klien yang dikelolanya. Itu pula yang membawanya dipercaya oleh Disneyland untuk mendesain proyek mereka.

“Ceritanya begini, saya berkenalan dengan Ketua Asosiasi Arsitektur Hong Kong Mr. Tao Ho di pesawat dan mengerjakan beberapa proyek di Hong Kong seperti gereja. Dari situ merembet ke banyak proyek yang saya garap di Hong Kong. Sampai suatu hari saya ditelepon petinggi Disneyland Hong Kong , diminta mendesain di sana dengan kaca patri. Wah, itu proyek dahsyat saya,” tutur Brian panjang lebar.

Brian mengakui, proyek Disneyland baginya seperti ketiban durian runtuh. Saat itu sebenarnya banyak yang menawarkan diri, tapi justru malah dirinya yang ditunjuk oleh pihak Disneyland. Menurutnya, yang terjadi ketika itu disebabkan karena ia selalu menjaga relasi serta hubungan baik dengan klien. Berkat kekuatan power of mouth dan hasil pengerjaannya yang fantastis, Brian akhirnya layak dipercaya mengerjakan proyek tersebut.

Kini Brian adalah “sang fenomenal” di dunia kaca patri. Namanya telah terukir abadi sebagai pemain unggulan di bisnis ini. Salutnya lagi, meskipun dunia seolah sudah di berada dalam genggaman tangannya, Brian tetap bersahaja dan bersahabat. Bahkan tanpa canggung, ia turut mengantarkan saya hingga ke basement parkir ketika pertemuan ini berakhir persis ketika hujan juga telah berhenti. Aziz Fahmi Hidayat

About The Author

Related posts