Kemilau di Timur Jakarta

KAWASAN BEKASI

Olok-olok tentang Bekasi di media sosial ternyata tak mengurangi minat investasi apartemen di sana.

Property-In.co – Mungkin 20 tahun silam, belum banyak yang melirik Bekasi sebagai kawasan investasi yang menjanjikan. Maklum, jaraknya terlampau jauh dari Jakarta, kondisinya pun gersang dan minim fasilitas. Alhasil, Bekasi seakan terasing dari pusat keramaian sosial. Namanya baru dikenal sebatas puisi “Antara Karawang-Bekasi”, karya fenomenal Chairil Anwar.

Saat itu memang belum banyak proyek properti yang dibangun. Pengembang-pengembang besar agaknya enggan menancapkan tiang di sana. Gambaran akan keuntungan dari investasi pasti tidak terbersit jika melihat Bekasi dahulu. Namanya kalah populer dibanding sesama kota penyangga seperti Tangerang, Depok, dan Bogor

Tapi itu dulu. Kini properti Bekasi layaknya situs jual beli online yang semakin banyak, beragam dan memiliki potensi aduhai. Wilayah ini terus berbenah dan menuntaskan sejumlah infrastruktur yang sempat tertunda. Properti di sana perlahan masuk dalam urutan teratas sejumlah pengembang. Tercatat beberapa nama besar seperti Summarecon, Metropolitan Land (Metland), PP Properti, Gapura Prima, Prioritas Land dan Agung Sedayu yang telah membidiknya sebagai pasar potensial. Tidak hanya menggoda pemain sekaliber di atas, beberapa pengembang baru juga tak mau ketinggalan ikut mencicipi kue properti Bekasi.

Trennya pun berubah. Bekasi tak lagi melulu menggeber konsep perumahan berlahan luas. Hunian vertikal macam apartemen juga mulai marak dibangun. Sepanjang 2014  saja, jumlah apartemen yang dirilis mencapai 15 buah. Proyeknya tersebar di sejumlah area potensial seperti di dalam kawasan perumahan, dekat pusat bisnis dan lingkungan industri. Satu contoh yang paling fenomenal tentunya apartemen SpringLake besutan Summarecon. Bayangkan, dalam waktu sehari 3.000 unit apartemen itu ludes  terjual.

Ada pula M-Gold Tower, karya Metropolitan Land (Metland) yang hadir di kawasan pusat bisnis Kalimalang. M-Gold, yang menjadi pionir untuk properti konsep mixed use building di sepanjang Jalan KH Noer Ali tersebut, sekaligus melengkapi proyek sebelumnya: Metropolitan Mall dan Hotel Horison Bekasi. Dengan mengusung konsep all-in-one service, M-Gold menjadi salah satu pilihan paling menjanjikan sebagai “property cash machine” calon investor.

Menurut Ir. Nanda Widya, Presiden Director PT Metropolitan Land Tbk, awalnya Bekasi bukan daerah favorit bagi pengembangan proyek-proyek para developer. Padahal, kawasan ini termasuk lokasi sunrise untuk ke depannya. Itulah kemudian yang membuat Metland mantap masuk ke Bekasi. “Tugas utama developer adalah mengembangkan,”  urai Nanda.  “Mengembangkan suatu wilayah dari yang tidak memiliki nilai apa-apa menjadi bernilai.”

Adrianto P, Adhi, Direktur PT Summarecon juga mengisyaratkan hal serupa. Dalam kacamatanya, sebagai kawasan penyangga—seperti Depok, Tangerang dan Bogor—Bekasi menjadi pilihan paling potensial saat ini. Teori kawasan penyangga terjadi ketika aktivitas di Ibukota Jakarta sudah penuh sehingga kemudian bergeser ke kawasan sekitarnya yang masih bisa menampung.

Kini Bekasi tidak hanya menjadi kota penyangga, tapi tumbuh menjadi core baru dan pusat aktivitas baru. “Karena jika dulunya merupakan pusat industri, sekarang sudah banyak orang yang tinggal dan bahkan berinvestasi di sana,” terang Adrianto.  Namun, imbuhnya, pemerintah kota telat melakukan sejumlah pembenahan infrastruktur yang akhirnya memperlambat kemajuan kota—dan berimbas pada sempat absennya Bekasi dalam  perkembangan properti. “Maka kemudian di lapangan, praktiknya pengembanglah yang berinisiatif membangun juga infrastruktur, selain proyeknya,” tutur Adrianto.

Potensi Bekasi memang sedang tinggi-tingginya. Muhammad Latif, Direktur Latief Property, menyatakan setidaknya terdapat 5-10 pembangunan properti baru yang tersebar merata. Menurutnya, Bekasi tidak lagi dianggap anak bawang untuk urusan properti. Kawasan penyangga Ibukota Jakarta ini kini menjadi wilayah garapan para pengembang nasional. Mereka berkompetisi membangun pusat belanja, hotel, perumahan dan apartemen. Memang sempat ada kelesuan investasi ketika momen pemilu tahun lalu. “Namun itu juga terjadi di seluruh Indonesia karena mereka sedang wait and see,” ujar Latief.

Bekasi sekarang berbeda. Kota ini semakin berkilau sebagai kawasan ideal untuk tempat tinggal yang memberikan jaminan fasilitas terbaik—dari segi area komersial, pusat bisnis, hiburan, pendidikan, kesehatan sampai kemudahan akses yang melimpah.

Terlebih dukungan akses dan transportasi begitu memadai. Mobilitas angkutan umum yang 24 jam, pintu tol yang banyak, sampai keberadaan jalur kereta komuter. Semuanya itu merupakan pesona yang mampu memikat bagi para investor properti. – aziz fahmi hidayat

About The Author

Related posts