Antara Sepotong Roti dan Properti

“Jika Anda mau mendapatkan yang terbaik , maka berikan dulu yang terbaik. Ini hukum yang tidak bisa ditawar-tawar.”  —Natali Sunaidi, CEO PT Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti

Property-in.co – Energik. Itulah gambaran pertama kali saat Property-In bertemu Nathalia Sunaidi di restoran Bits and Bobs, SCBD, Jakarta Selatan. Perempuan ini sekarang tengah sibuk-sibuknya. Selain menjadi CEO PT Rotterdam Properti, dia juga CEO PT Samara Dana Properti dan Marketing Director Benoa Bay Sand, Bali. Tampilan rambut pendek, kacamata minus, plus riasan make up yang tidak menor kian melengkapi keceriaan di wajahnya.

Perawakannya mungil. Siang itu, akhir November, dia mengenakan baju coklat dengan paduan rok hitam selutut. Nada bicaranya lugas tapi halus. Keceriaan tampak jelas dari senyum yang selalu tersungging di bibirnya, seakan merefleksikan dirinya siap menapaki tangga kesuksesan di bisnis properti.

Nathalia (33), yang dulu lebih dikenal sebagai pakar hipnoterapi Indonesia, kini juga terkenal sebagai developer lewat bendera Rotterdam Properti yang didirikannya pada 2011. Boleh dibilang dia berhasil mewujudkan harapannya membangun sebuah hunian berkualitas baik dengan harga terjangkau. Semua itu bermula dari impian semasa kanak-kanak—saat Nathalia kecil melihat rumah mewah dan berharap suatu hari kelak bisa memiliki rumah yang sama.

Perempuan ini juga bermimpi menjadi seorang yang kaya raya. Itulah yang mendorongnya berani terjun ke bisnis properti. Baginya, jika ingin kaya raya, maka jadilah developer. Meski latar belakang pendidikannya komputer akuntansi, dia tak patah semangat. Berbagai literatur tentang properti dilahapnya. Begitu pula dengan biografi orang-orang sukses di bisnis properti.

Keahlian Nathalia di bidang hipnoterapi pun sangat membantu. Tentunya bukan untuk menghipnotis orang supaya mengikuti keinginannya—seperti yang lazim muncul dalam berita-berita kejahatan di TV. Dia justru menghipnoterapi dirinya sendiri, terutama dalam meruntuhkan “mental block“ yang ada di alam bawah sadarnya, sehingga berani untuk memulai bisnis tersebut.

Menurut Nathalia, developer adalah profesi yang baik hati. Mereka menjelaskan bahwa harga properti selalu naik setiap saat sehingga orang takkan merasa rugi ketika membeli. “Properti adalah sahabat uang kita. Dia akan menjaga harta kekayaan kita sampai tua nanti,” katanya. Natali-Sunaidi_property-in

Rotterdam Residence di Jatiasih, Bekasi, merupakan proyek pertamanya yang dibangun tiga tahun silam. Harga properti proyek ini dijual di kisaran Rp200 juta hingga Rp300 juta per unit. Padahal, taksiran bank saat itu mengatakan bahwa rumah-rumah tersebut bernilai lebih dari Rp400 juta.

Sukses tersebut tidak membuatnya langsung jumawa, justru malah mecambuk dirinya untuk terus berkarya. Alhasil, kini dia berhasil mewujudkan delapan proyek hunian untuk kelas menengah di area Jabodetabek dalam rentang waktu emapat tahun saja.

“Ini seperti perwujudan dari mimpi-mimpi saya. Tugas saya sekarang adalah berusaha mewujudkan impian setiap orang untuk memiliki hunian berkualitas dengan harga terjangkau,” ujar Nathalia.

Menurutnya, Indonesia itu surganya properti. Investasi di bidang properti selalu memberikan hasil positif. Alasannya, lahan yang semakin berkurang dan tingginya permintaan atas perumahan bakal menyebabkan harga properti semakin tinggi. Kondisi inilah yang memotivasi dirinya terjun ke dunia maskulin. “Dulu orang menganggap developer itu dunianya laki-laki karena berhubungan dengan yang berat-berat. Tapi saya berhasil membalikkan fakta itu.”

Proyek Masa Depan
Hingga saat ini, Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti telah membuat beberapa proyek di Jakarta dan sekitarnya. Antara lain Rotterdam Residence di Jati Asih, Rotterdam Business Center di Tangerang, Rotterdam Depok Residences, Birmingham Village di Bekasi, dan Calabas Residence di Jati Asih. Unit-unit di proyek itu dijual dengan range harga Rp300 juta hingga Rp400 juta dan sangat diminati oleh konsumen.

“Rangkaian proyek Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti agar menjadi pilihan bagi masyarakat” – Nathalia Sunardi

Tak hanya itu, untuk rencana proyek ke depannya Nathalia—yang suka berpetualang ke berbagai negara—menginginkan destinasi Eropa, Amerika, dan tempat-tempat terkemuka lainnya di dunia diaplikasikan ke berbagai proyeknya.

Dia mencontohkan saat berkunjung ke Hollywood, Amerika Serikat, pemukiman mewah milik kaum selebritas banyak bertebaran di sana. “Saya ingin, ketika orang membeli properti saya, mereka bisa merasakan kemewahan yang sama seperti milik selebritas itu. Orang akan berpikiran, wah… saya tinggal di rumah artis Hollywood,” ungkapnya sumringah.

Selain menonjolkan arsitektur, dia juga selalu mengedepankan beberapa prinsip dalam pengembangan proyeknya, yaitu:  lokasi strategis, desain unik, serta kualitas material bagus. Prinsip ini pula yang menjadikan proyek-proyek yang dikembangkan Nathalia berkonsep klasik-modern, mewah, dan masing-masing menawarkan soul dan story tersendiri.

Harganya pun terjangkau sehingga menjadikannya investasi yang menarik bagi konsumen. “Konsep ini akan selalu menjadi rangkaian proyek Rotterdam Properti dan Samara Dana Properti agar menjadi pilihan bagi masyarakat,” tandasnya.

Semua ini dilakukan Nathalia berdasarkan filosofi yang diyakininya: hidup adalah untuk berbagi. Misinya mendorong dan menginspirasi masyarakat luas bahwa semua orang bisa menjadi investor properti dan berinvestasi di dunia properti yang menguntungkan.

Atas dasar itulah dia mendirikan “investor club” yang telah menghasilkan proyek properti Calabasas Residence. “Bagi saya, properti itu untuk semua orang. Mari kita sama-sama mewujudkan mimpi memiliki investasi properti untuk masa depan kita,” kata Nathalia menutup pembicaraan. Caca Casriwan 

About The Author

Related posts